Industri properti Malaysia tak menentu

Rabu, 15 Februari 2012 - 15:57 WIB
Industri properti Malaysia...
Industri properti Malaysia tak menentu
A A A
Sindonews.com - Pasar properti Malaysia, memasuki tahun 2012 diprediksi akan membawa sejumlah efek campuran, baik peningkatan sejumlah sektor maupun kemunduran pada sektor yang lain. Hal ini akibat adanya kekhawatiran investor terhadap krisis yang terjadi di Eropa.

"Kami tidak berharap untuk melihat perlambatan pasar, utamanya pada properti-properti mewah. Tapi memang ada kekhawatiran pasar saat ini karena ketidakpastian kondisi ekonomi di AS dan Eropa. Sehingga banyak calon pembeli takut akan terkena dampak negatifnya nanti," kata Presiden MIEA Nixon Paulus seperti dilansir Property Report, Rabu (15/2/2012).

Menurut Malaysian Institute Of Estate Agents (MIEA), pasokan kondominum dan gedung perkantoran yang berlebihan dinilai akan memperlambat pertumbuhan pasar untuk sektor properti dan pasar sewanya. Sementara untuk perumahan, kawasan industri dan properti komersil masih akan menguat.

Para ahli juga melihat untuk residensial mewah akan mengalami sedikit perlambatan meskipun tetap ada kepercayaan diri dalam pasar jangka panjang. Hal ini terjadi, disebabkan krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang cukup berpengaruh pada jumlah investor asing yang menanamkan modalnya pada bisnis properti Malaysia.

Menurutnya, kebanyakan investor beralih dari sektor properti komersil ke pasar residesial, karena melihat sektor ini lebih tangguh dalam menghadapi kondisi pasar yang menurun.

Namun, demikian sejumlah wilayah prestisius di Malaysia masih akan menghirup angin segar. Seperti pusat bisnis dan perkantoran di Kuala Lumpur City Center KLCC yang tetap diserbu konsumen, dan di wilayah lain seperti bukit Jelutong dan Glenmarine yang harga propertinya tetap tinggi dari waktu ke waktu. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
30 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
49 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved