April, Sulsel panen raya

Senin, 20 Februari 2012 - 12:51 WIB
April, Sulsel panen...
April, Sulsel panen raya
A A A


Sindonews.com - Pertengahan Maret nanti, semua wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) memasuki musim panen padi. Puncaknya diperkirakan di akhir April.

Sentra produksi padi di Sulsel dibagi menjadi tiga wilayah. Sektor barat mencakup Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kota Makassar. Sektor timur meliputi Kabupaten Soppeng, Wajo, Bone, Sidrap dan Pinrang. Sedangkan sektor peralihan adalah Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, dan Palopo.

“Tapi tahun ini, diprediksi semua daerah akan panen bersamaan,” kata Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang di Makassar, Minggu 19 Februari 2012.

Alasannya, kata Rahman, musim hujan akhir tahun 2011 hingga awal tahun ini merata di seluruh wilayah Sulsel. “Biasanya, kalau sektor barat sedang memasuki musim tanam, maka sektor timur masuk masa panen. Demikian juga sebaliknya,” jelasnya.

Sedangkan untuk sektor peralihan, masa tanam dan panennya biasanya di antara wilayah barat dan timur. “Akibat panen yang bersamaan tersebut, produksi tahun ini diprediksi melimpah,” katanya.

Rahman menjelaskan, jika tidak ada serangan hama menjelang musim panen nanti, total produksi tahun ini diprediksi bisa mencapai 6,5 juta ton. “Tapi panen raya ini akan berdampak kurang bagus terhadap harga,” ujar Rahman.

Dia memperkirakan harga beras di tingkat petani bakal jatuh. Karena stok beras lebih banyak dibandingkan permintaan yang dilakukan pedagang. “Kami minta Bulog agar membeli beras petani di awal panen dan bukan di pertengahan musim panen,” katanya.

KTNA Sulsel juga mendesak pemerintah agar secepatnya mengumumkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras. “Lewat pengurus pusat, kami sudah meminta pemerintah mengumumkan HPP secepatnya,” jelasnya.

Rahman mengatakan, KTNA sudah mengusulkan kenaikan HPP untuk tahun ini. Gabah kering panen (GKP) sebelumnya Rp2.850 per kilogram (kg) diminta naik menjadi Rp3.400. Sedangkan gabah kering giling (GKG) darisebelumnya Rp3.800 per kg diharapkan naik menjadi 4.600 per kg. ”Sedangkan harga beras dari harga sebelumnya Rp6.000 per kg, diharapkan naik menjadi Rp7.000 per kg,” jelasnya.

Usulan kenaikan HPP tersebut untuk mengantisipasi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). “Makanya harus diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya dengan mengusulkan kenaikan HPP,” paparnya.

Tahun ini, Perum Bulog Divre Sulsel menyiapkan dana Rp3 triliun untuk membeli beras petani yang ada di Sulsel maupun Sulawesi Barat. “Berapapun jumlahnya akan kami serap,” kata Kepala Divisi Perum Bulog Sulsel Tommy S Sikado.

Dia mengatakan, untuk harga pembelian masih menggunakan HPP lama. Namun akan direvisi, jika pemerintah sudah mengeluarkan HPP 2012. “Kami akan revisi pembelian beras kalau sudah ada HPP baru,” katanya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Peta Israel Raya, Provokasi...
Peta Israel Raya, Provokasi Zionis atau Rencana Nyata?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved