Petani Kerawang keluhkan harga gabah

Selasa, 21 Februari 2012 - 11:04 WIB
Petani Kerawang keluhkan...
Petani Kerawang keluhkan harga gabah
A A A


Sindonews.com - Sejumlah petani di Kabupaten Karawang mengeluhkan harga pembelian gabah kering yang belum naik. Sementara, pemerintah hanya mewacanakan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah.

Harga pembelian gabah oleh pemerintah hingga saat ini masih menggunakan HPP 2010, yakni sebesar Rp2.640 untuk gabah kering pungut (GKP). Sedangkan gabah kering giling (GKG) Rp3.300 per kg.

Wakil Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Karawang Ijam Sujana mengatakan, wacana kenaikan HPP itu sudah dihembuskan sejak dua tahun lalu, tapi belum direalisasikan. Padahal kalangan petani mengharapkan kenaikan HPP itu bisa peningkatan pendapatan petani.

“Masalah petani juga ditambah dengan tingginya harga beras. Hal itu semakin membuat petani dan keluarganya terpuruk,” kata Ijam.

Dijelaskan Ijam, harga GKP di tengkulak mencapai Rp4.300, tapi harga tersebut tidak bisa menutupi tingginya biaya operasional. Dibandingkan dua tahun lalu, biaya operasional untuk tanam mengalami kenaikan hingga 30 persen.

“Dulu, untuk satu hektare dibutuhkan modal tanam sekitar Rp6 juta. Tapi, sekarang ini bisa sampai Rp7,5 juta-Rp8 juta,” ujarnya.

Damin (50), petani warga Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, mengaku, terpaksa menjual hasil panennya ke tengkulak untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Selisih harga di tengkulak, setidaknya dapat menutupi tingginya biaya operasional. “Kalau tidak seperti itu saya bingung untuk menghidupi keluarga,” ujarnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved