Saatnya Sulbar punya industri kakao & rotan

Rabu, 22 Februari 2012 - 17:44 WIB
Saatnya Sulbar punya...
Saatnya Sulbar punya industri kakao & rotan
A A A


Sindonews.com - Gubernur Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh meminta pemerintah pusat melalui Menteri Perindustrian, agar fokus terhadap perkembangan industri yang berbahan baku kakao dan rotan. Hal ini terkait keseriusan perusahaan asing melihat potensi Sulbar sebagai penghasil kakao dan rotan.

Salah satu bukti keseriusan itu adalah membangun kerja sama dengan perusahaan coklat terbesar dunia, PT Nestle, yang baru-baru ini berkunjung ke Mamuju. Bahkan President of World Cocoa Foundation, Bill Guyton, ikut hadir bersama 25 perusahaan besar Eropa dan Amerika.

"Mereka perlu melihat langsung kakao kami. Kerja sama itu juga termasuk pengembangan kakao yang tahan penyakit. Sebab tanaman ini memang rentan penyakit dan hama. Untuk ini dilibatkan sebuah lembaga peneliti kopi dan coklat dari Jember, Jawa Timur. Ini bagian dari keseriusan kami," tegasnya.

Demikian juga dengan industri rotan. Disebutkan Anwar, berdasarkan laporan Dinas Kehutanan Sulbar menyebutkan bahwa daerah ini mampu memproduksi di atas 40 ribu ton per tahun. Kelesuan terjadi selama ini sebagai akibat kebijakan pemerintah sehingga petani rotan bermalas-malasan.

Padahal 70 persen wilayah Sulbar adalah hutan. Karena itu Sulbar meminta agar masalah rotan mendapat perhatian serius. Agar kebijakan pemerintah tidak dibiarkan begitu saja. Tapi ada upaya pelestarian dan budidaya agar rotan bisa terus dikembangkan dan menjadi aset.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, setelah menutup kebijakan ekspor, para pengusaha mulai menikmati hasil. Diakui, Kementerian Perindustrian memiliki program untuk mendirikan industri pengolahan rotan dan kakao di semua daerah sentra penghasil, termasuk di Sulbar.

Kemudian program untuk melakukan transmigrasi masyarakat pengrajin rotan dari Jawa. Ini kerja sama dengan Menakertrans untuk dibawa ke daerah sentra rotan. Sehigga, sentra industri sayap bisa tumbuh.

"85-90 persen rotan di dunia dihasilkan dari Indonesia. Sangat tidak masuk akal kalau seluruh pasar dunia dihasilkan oleh kita, tapi kita tidak unggul dalam produksinya. Kita malah justru membeli dengan harga mahal. Dan memang sudah saatnya menyebar industri ke daerah penghasil atau hilirisasi. Selama ini 70 persen industri berada di Jawa," katanya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
21 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
24 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
27 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
28 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
2 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Terbentuknya...
Sejarah Terbentuknya Tim Wingsuit Kopasgat, Minimal Punya 1.500 Jam Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved