SBY ingatkan sejarah BBM naik 3 kali turun 3 kali

Rabu, 22 Februari 2012 - 20:59 WIB
SBY ingatkan sejarah...
SBY ingatkan sejarah BBM naik 3 kali turun 3 kali
A A A


Sindonews.com - Sepanjang sejarah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, pemerintah tiga kali menaikkan harga BBM dan tiga kali menurunkan harga.

"Kita pernah menaikkan harga BBM tiga kali dalam sejarah, dan menurunkan tiga kali. Sejarah itu masa Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I dan menurunkan dalam KIB yang sama," ungkap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Mengacu pengalaman masa lalu, SBY optimistis jika pelaksaan kebijakan BBM ini ditangani dengan tepat dan sungguh-sungguh maka akan mendapatkan solusi yang terbaik. "Dengan mempertimbangkan apa yang berdampak pada rakyat kita dengan memberikan bantuan-bantuan yang kita berikan," jelasnya.

Menurutnya, keputusan terkait BBM harus tepat agar pengentasan kemiskinan di tengah krisis saat ini dapat terlaksana dengan baik. "Jadi betul-betul angka kemiskinan di negeri ini benar-benar rendah," tambah dia.

Dia melanjutkan, meski sudah turun tahun ke tahun tapi dia mengaku belum puas dengan penurunan angka kemiskinan saat ini. "Masih harus kita turnkan lagi sehingga saudara-saudara kita bisa kita angkat kehidupannya dari yang belum layak sampai menjadi layak," tukas SBY.

Dari pernyataannya, SBY berencana menaikan harga BBM subsidi. Walau demikian, SBY menggarisbawahi besaran kenaikan itu harus pas. "Harga BBM mau tidak mau tentu mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat, kenaikan tertentu," kata SBY.

Lantas, dia menjelaskan, masyarakat yang terdampak pada kenaikan BBM itu serta faktor inflasi lain utamanya masyarakat yang miskin mesti akan diberikan bantuan langsung sementara. "Bantuannya bisa kita pikirkan seperti yang dulu pernah kita lakukan atau kita modifikasi atau tambahan-tambahan baru yang itu memang tepat," jelas dia.

Dengan persiapan yang baik, SBY mengatakan, dengan perencanaan dibahas bersama DPR dan akan masuk dalam APBNP. Dia berharap ini adalah solusi untuk penyelamatan dan pengamanan ekonomi, penyelamatan dan pengamanan APBN negara. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
1 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
2 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
3 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
4 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
4 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved