RI masih sulit tantang perekonomian global
Kamis, 23 Februari 2012 - 12:10 WIB
RI masih sulit tantang perekonomian global
A
A
A
Sindonews.com - Masih kurang idealnya organisasi industri dan struktur pasar yang ada di Indonesia, menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasutioan, menjadi penyebab sulitnya Indonesia untuk melawan tantangan perekonomian global meskipun saat ini sudah masuk dalam level investment grade.
"Organisasi industri dan struktur pasar saya rasa masih kurang ideal, karena terlihat dari beberapa indikasi seperti rigiditas bunga perbankan, rendahnya share pendapatan petani, merebaknya jaringan swalayan skala besar, serta rendahnya efisiensi di sejumlah industri," jelas Darmin saat memberikan paparannya di acara seminar "Indonesia Economic Policy in Challenging Global Economy" di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Disamping itu, Darmin juga menyampaikan bahwa isu struktural industrial lain yang mengemuka, terkait dengan persaingan usaha, pasar tenaga kerja, dan value chain industri dari hulu ke hilir tidak tertangani dengan baik.
"Bila sejumlah isu tersebut tidak tertangani dengan baik, maka harus siap terima risiko lewat produktivitas perekonomian yang sulit meningkat dan ketidakseimbangan pada kesejahteraan," jelasnya.
Karena hal ini menurutnya merupakan keterkaitan antara ekonomi makro dan ekonomi mikro, maka dari itu dibutuhkan tenaga ahli untuk melakukan penelitian maupun pengambilan kebijakan di area organisasi industri dan struktur pasar yang merupakan area penghubung area ekonomi makro dan ekonomi mikro.
"Banyak memang ahli ekonomi makro dan mikro namun kita masih butuh tenaga ahli untuk membantu sektor ini," pungkasnya. (ank)
"Organisasi industri dan struktur pasar saya rasa masih kurang ideal, karena terlihat dari beberapa indikasi seperti rigiditas bunga perbankan, rendahnya share pendapatan petani, merebaknya jaringan swalayan skala besar, serta rendahnya efisiensi di sejumlah industri," jelas Darmin saat memberikan paparannya di acara seminar "Indonesia Economic Policy in Challenging Global Economy" di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Disamping itu, Darmin juga menyampaikan bahwa isu struktural industrial lain yang mengemuka, terkait dengan persaingan usaha, pasar tenaga kerja, dan value chain industri dari hulu ke hilir tidak tertangani dengan baik.
"Bila sejumlah isu tersebut tidak tertangani dengan baik, maka harus siap terima risiko lewat produktivitas perekonomian yang sulit meningkat dan ketidakseimbangan pada kesejahteraan," jelasnya.
Karena hal ini menurutnya merupakan keterkaitan antara ekonomi makro dan ekonomi mikro, maka dari itu dibutuhkan tenaga ahli untuk melakukan penelitian maupun pengambilan kebijakan di area organisasi industri dan struktur pasar yang merupakan area penghubung area ekonomi makro dan ekonomi mikro.
"Banyak memang ahli ekonomi makro dan mikro namun kita masih butuh tenaga ahli untuk membantu sektor ini," pungkasnya. (ank)
()