Kenaikan BBM tak pengaruhi target turunkan kemiskinan
Jum'at, 24 Februari 2012 - 13:56 WIB
Kenaikan BBM tak pengaruhi target turunkan kemiskinan
A
A
A
Sindonews.com - Meski dibayangi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah menegaskan tetap menargetkan angka kemiskinan pada 2012 akan mengalami penurunan di kisaran 10,5-11,5 persen. Selain itu pemerintah juga menargetkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita pada tahun ini dapat mencapai USD3.729.
"Kita sudah tahu bahwa kenaikan harga BBM akan terjadi nanti dan pasti berdampak terhadap masyarakat miskin. Kita tidak mau semakin parah, karena tetap pada target awal, hal ini (angka kemiskinan) tetap akan diamankan," ucap Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana seusai melaksanakan rapat MP3EI dan MP3KI gedung Bappenas Menteng di Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Menurutnya, sesuai dengan Masterplan Program Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) untuk 2014, pemerintah juga menargetkan kemiskinan akan berkurang di level delapan persen hingga 10 persen. Untuk 2025 kemiskinan akan berkurang pada level empat persen hingga lima persen dengan PDB per kapita sebesar USD14.900. "Kalau tahun ini target kita tidak tercapai maka akan rusak grafiknya," tegasnya.
Dia menambahkan, kompensasi terhadap masyarakat miskin merupakan unsur yang paling penting dalam pembahasan kenaikan harga BBM. Jadi seiring dengan nominal harga kenaikan dan waktu kenaikan, serta kompensasi nantiya tidak akan ada jeda dalam pelaksanaan.
"Setelah ditetapkan nanti, maka langsung dilaksanakan tanpa jeda satupun. Kita akan coba kompensasi dengan sifat langsung seperti ke transportasi umum. Kemudian kompensasi dengan sifat tidak langsung yang mungkin dengan BLT ataupun model lainnya," jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah saat ini sedang gencar untuk melakukan pembahasan secara rinci dan mempersiapkan secara jelas mengenai unsur-unsur yang diperlukan dalam kenaikan harga BBM. Di mana dalam waktu dekat, pembahasan tersebut akan diajukan ke DPR dan diharapkan selesai dalam bulan Maret 2012. (ank)
"Kita sudah tahu bahwa kenaikan harga BBM akan terjadi nanti dan pasti berdampak terhadap masyarakat miskin. Kita tidak mau semakin parah, karena tetap pada target awal, hal ini (angka kemiskinan) tetap akan diamankan," ucap Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana seusai melaksanakan rapat MP3EI dan MP3KI gedung Bappenas Menteng di Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Menurutnya, sesuai dengan Masterplan Program Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) untuk 2014, pemerintah juga menargetkan kemiskinan akan berkurang di level delapan persen hingga 10 persen. Untuk 2025 kemiskinan akan berkurang pada level empat persen hingga lima persen dengan PDB per kapita sebesar USD14.900. "Kalau tahun ini target kita tidak tercapai maka akan rusak grafiknya," tegasnya.
Dia menambahkan, kompensasi terhadap masyarakat miskin merupakan unsur yang paling penting dalam pembahasan kenaikan harga BBM. Jadi seiring dengan nominal harga kenaikan dan waktu kenaikan, serta kompensasi nantiya tidak akan ada jeda dalam pelaksanaan.
"Setelah ditetapkan nanti, maka langsung dilaksanakan tanpa jeda satupun. Kita akan coba kompensasi dengan sifat langsung seperti ke transportasi umum. Kemudian kompensasi dengan sifat tidak langsung yang mungkin dengan BLT ataupun model lainnya," jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah saat ini sedang gencar untuk melakukan pembahasan secara rinci dan mempersiapkan secara jelas mengenai unsur-unsur yang diperlukan dalam kenaikan harga BBM. Di mana dalam waktu dekat, pembahasan tersebut akan diajukan ke DPR dan diharapkan selesai dalam bulan Maret 2012. (ank)
()