BYAN pasok batu bara ke India

Minggu, 26 Februari 2012 - 10:01 WIB
BYAN pasok batu bara...
BYAN pasok batu bara ke India
A A A

Sindonews.com – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan memasok batu bara sebanyak 10 juta ton ke Thermal Powertech Corporation India (TPCIL).

Pengiriman akan mulai direalisasikan dua tahun mendatang. Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan, perseroan telah menandatangani perjanjian jual-beli batu bara dengan TPCIL

.“Perseroan akan memasok sebanyak 10 juta ton selama 10 tahun atau 1 juta ton per tahun,” kata dia di Jakarta, akhir pekan lalu. Jenny menjelaskan, batu bara yang akan dipasok ke TPCIL berupa batu bara yang mengandung abu dan belerang rendah. Adapun pengiriman batu bara tersebut mulai dilakukan pada 2014 hingga 2024. TPCIL merupakan perusahaan patungan antara Gayatri Energy Ventures dan Sembcorp Utilitis.

TPCIL membangun, memiliki, dan mengoperasikan pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara dengan kapasitas 1.320 megawatt (MW) di Krishnapatman, Andhra Pradesh, India. Perseroan, lanjut dia, melalui anak usahanya, PT Perkasa Inakakerta (PIK), juga telah melakukan perpanjangan kontrak kerja sama pertambangan dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama hingga akhir Desember 2017.

Direktur Utama BYAN Chin Wai Fong menuturkan, kontrak tersebut berupa pengangkutan overburden sebesar 261 juta bank cubic meter (BCM) dan pengangkutan batu bara sebanyak 29 juta ton terhitung Januari 2012–Desember 2017. “Nilai kontrak tersebut sekitar USD820 juta,”ujar dia.

Anak usaha BYAN lainnya,PT Gunungbayan Pratamacoal,juga telah memperpanjang kontrak kerja sama pertambangan dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama menjadi 31 Desember 2017,dengan nilai kontrak mencapai USD640 juta.

Lingkup pekerjaan meliputi proyek pengupasan lahan tambang batu bara sebanyak 260 juta BCM. Sementara itu,Bayan pada kuartal IV tahun lalu memberikan pinjaman kepada anak usahanya yang bergerak di sektor pelayaran, yakni PT Muji Lines senilai USD60 juta.

Pinjaman tersebut untuk mendukung kegiatan usaha Muji Lines.Muji Lines beberapa waktu lalu telah melakukan perjanjian jual beli kapal dengan Favor Sum investment Ltd senilai USD55,4 juta. Kapal tersebut akan dibangun di Cina dan akan dikirim ke Muji Lines pada akhir November 2012.

Untuk diketahui, perseroan dan anak-anak usahanya telah memperoleh izin usaha pertambangan dari instansi terkait yang memberikan hak eksklusif untuk kegiatan penambangan melalui delapan perusahaan tambang.

Lima di antaranya berdasarkan kerja sama pengusahaan dan penambangan batu bara yang ditandatangani pemerintah Indonesia dan tiga perusahaan berdasarkan kuasa pertambangan yang diberikan pemerintah daerah.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved