Pemerintah terlalu lama putuskan kenaikan BBM
Senin, 27 Februari 2012 - 12:26 WIB
Pemerintah terlalu lama putuskan kenaikan BBM
A
A
A
Sindonews.com - Kalangan pengusaha menilai kajian mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terlalu lama, sehingga hanya menimbulkan ketidakpastian, baik untuk masyararakat umum maupun kalangan pengusaha.
"Sekarang mau naik atau tidak naik. Berapa naiknya itu yang penting buat kita!," tegas Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofyan Wanandi saat ditemui di Graha Niaga Senayan di Jakarta, Senin (27/2/2012).
Dia menambahkan, bahwa angka kenaikan pun harus segera ditetapkan, karena kemungkinan besar menurut prediksinya, sebelum 1 April harga bahan pokok dan yang lainnya akan naik terlebih dahulu.
"Sekarang ini mereka harus putuskan kira-kira naikkan harga sekitar 6000 jadi naiknya 1500, itu akan menyebabkan harga-harga akan naik. Saya merasa belum 1 april pun harga sudah mulai naik, tapi saya pikir pemerintah harus cepat untuk mengambil keputusan jangka pendek dan jangka panjang," jelasnya.
Sofyan menyarankan bahwa industri transportasi umum tetap menjadi sorotan penting. Karena dalam perhitungan yang telah pernah dilalui sebelumnya, transportasi umum akan menetapkan tarif yang terlalu besar.
"Naikkan BBM, tapi tetap menjaga industri angkutan kita, sebab angkutan ini yang paling tinggi kenaikkannya. Hal ini yang harus dijaga, apakah disubsidi dengan harga bbm yang lebih murah atau tidak. Jangan terlalu lama didiskusikan, dikaji ini sudah setahun lebih, dikaji terus, tetapi tidak ada putusan," paparnya.
Selain itu yang menjadi perhatian menurus Sofyan adalah usaha kecil menengah yang kemungkinan saja gulung tikar setelah BBM dinaikkan tanpa ada subsidi kepada mereka. "Saya harapkan ada bantuan-bantuan lain terutama yang ada hubungannya dengan usaha kecil menengah kita, karena itu yang paling cepat sekali jatuhnya kalau dinaikkan secara cepat," pungkasnya. (ank)
"Sekarang mau naik atau tidak naik. Berapa naiknya itu yang penting buat kita!," tegas Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofyan Wanandi saat ditemui di Graha Niaga Senayan di Jakarta, Senin (27/2/2012).
Dia menambahkan, bahwa angka kenaikan pun harus segera ditetapkan, karena kemungkinan besar menurut prediksinya, sebelum 1 April harga bahan pokok dan yang lainnya akan naik terlebih dahulu.
"Sekarang ini mereka harus putuskan kira-kira naikkan harga sekitar 6000 jadi naiknya 1500, itu akan menyebabkan harga-harga akan naik. Saya merasa belum 1 april pun harga sudah mulai naik, tapi saya pikir pemerintah harus cepat untuk mengambil keputusan jangka pendek dan jangka panjang," jelasnya.
Sofyan menyarankan bahwa industri transportasi umum tetap menjadi sorotan penting. Karena dalam perhitungan yang telah pernah dilalui sebelumnya, transportasi umum akan menetapkan tarif yang terlalu besar.
"Naikkan BBM, tapi tetap menjaga industri angkutan kita, sebab angkutan ini yang paling tinggi kenaikkannya. Hal ini yang harus dijaga, apakah disubsidi dengan harga bbm yang lebih murah atau tidak. Jangan terlalu lama didiskusikan, dikaji ini sudah setahun lebih, dikaji terus, tetapi tidak ada putusan," paparnya.
Selain itu yang menjadi perhatian menurus Sofyan adalah usaha kecil menengah yang kemungkinan saja gulung tikar setelah BBM dinaikkan tanpa ada subsidi kepada mereka. "Saya harapkan ada bantuan-bantuan lain terutama yang ada hubungannya dengan usaha kecil menengah kita, karena itu yang paling cepat sekali jatuhnya kalau dinaikkan secara cepat," pungkasnya. (ank)
()