Pengusaha nilai kerja sama dengan UE menguntungkan

Senin, 27 Februari 2012 - 14:25 WIB
Pengusaha nilai kerja...
Pengusaha nilai kerja sama dengan UE menguntungkan
A A A
Sindonews.com - Perdagangan bebas yang akan dibahas antara Indonesia dan Uni Eropa (UE) diyakini kalangan pengusaha, kerja sama ini tidak akan merugikan Indonesia seperti halnya hubungan dagang antara Indonesia dengan Jepang serta China.

"Pengusaha-pengusaha telah pelajari (hubungan dagang dengan Uni Eropa) lebih banyak bersifat komplementari (saling melengkapi), berbeda dengan hubungan dagang dengan China dan Jepang. Sehingga, hubungan ini bisa saling menguntungkan dengan kedua belah pihak, baik dari Indonesia maupun UE," ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi dalam konferensi pers tentang kerja sama CEPA dengan Indonesia di Graha Niaga, Jakarta, Senin (27/2/2012).

Dia menambahkan, melihat proyeksi kemitraan dengan Uni Eropa hal ini menurutnya sangat strategis beberapa tahun ke depan. Serta diyakini, kerja sama perdagangan bebas ini tidak akan merugikan Indonesia seperti hubungan dagang sebelumnya.

Sofyan juga yakin, hubungan dagang Indonesia dan Uni Eropa akan lebih mudah dilakukan dan menguntungkan dari sisi Indonesia. Apalagi, di tahun lalu, UE adalah investor terbesar kedua yang menanamkan modal di Indonesia setelah Singapura.

Sebagai informasi, tahun lalu nilai perdagangan antara kedua negara meningkat USD32 miliar dengan surplus di Indonesia sebesar USD8 miliar.

"Jadi sekarang, kita akan berusaha agar mereka lebih baik investasi, dan menjadikan kita sebagai basis usaha mereka jangan hanya menjadikan kita sebatas tempat jualan mereka saja," lanjut dia.

Meskipun Sofyan belum tahu berapa angka yang akan diinvestasikan Uni Eropa ke Indonesia dan juga sektor-sektor yang menarik mereka untuk berinvestasi, namun Sofyan menyebut usaha-usaha yang bersifat high technology sebagai sesuatu yang dibidik.

"Mereka (UE) lebih ke high technology seperti mobil, bukan cuma jual saja, tetapi juga investasi di komponen. Tetapi kita masih ada kendala impor besi dari Jepang. Hal, itu tidak adil bagi mereka," tandasnya.

Oleh karena itu, Sofyan sepakat agar sosialisasi hubungan dagang ini dilakukan secepat mungkin sehingga proses negosiasi akan cepat terjadi. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved