Krisis Eropa, G20 sepakat perkuat IMF

Senin, 27 Februari 2012 - 18:19 WIB
Krisis Eropa, G20 sepakat...
Krisis Eropa, G20 sepakat perkuat IMF
A A A
Sindonews.com - Pertemuan G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (G20 FMCBG Meeting) di Mexico City, Mexico yang dilakukan oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 20 negara utama dunia sepakat untuk meningkatkan sumber keuangan IMF.

Hal ini dikarenakan IMF sebagai bagian dari dana penyelamatan keuangan global (global financial safety net) untuk antisipasi dan penanganan krisis.

"FMCBG juga mendiskusikan berbagai opsi penambahan sumber keuangan IMF diantaranya implementasi kesepakatan quota reform tahun 2010 yang diharapkan terealisasi pada tahun 2012 dan pinjaman bilateral negara anggota IMF," ucap Kepala Biro Komunikasi dan layanan informasi Kementerian Keuangan, Yudi Pramadi dalam siaran persnya.

Dalam pertemuan ini juga disepakati peningkatan monitoring dan transparansi dari komitmen yang diberikan diantaranya di bidang fiskal, moneter, dan kebijakan pembangunan sebagai tindak lanjut dari G20 Cannes Summit.

"FMCBG juga menyepakati berbagai agenda kerjasama seperti agenda financial inclusion yang diantara dukungan G20 bagi program edukasi keuangan dan proteksi konsumen, dan peningkatan kerjasama untuk transparansi dan pertukaran informasi antar negara anggota diantaranya atas money laundering dan pembiayaan terorisme," ungkapnya.

Selain itu ada juga agenda green growth dan pembangunan berkelanjutan terhadap reformasi struktural, dan peranan manajemen risiko bencana (disaster risk management) dalam antisipasi bencana dan mitigasi kerugian.

Agenda pertemuan ini dirancang untuk menindaklanjuti arahan kepala negara G20 yang bertemu di Cannes, Perancis (G20 Cannes Summit) pada 3-4 November 2011 lalu yang meminta G20 FMCBG melakukan berbagai kebijakan terkoordinasi untuk terealisasinya pertumbuhan ekonomi yang kuat, berimbang, dan berdaya tahan (Strong, Balance, and Sustained Growth) di kalangan negara anggota G20.

"Penyelenggaraan FMCBG dipandang urgent dan tepat waktu mengingat situasi perekonomian dunia yang berada dalam ancaman krisis sebagai dampak tularan (contagion effect) dari krisis yang saat ini terjadi di Eropa," jelasnya.

Dalam pertemuan kali ini FMCBG meminta lembaga multilateral terkait untuk melakukan kajian lebih lanjut, dan menyampaikan opsi rekomendasi implementasinya. Selanjutnya, FMCBG sepakat untuk melakukan pertemuan kedua di Washington, Amerika Serikat pada bulan April mendatang.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Houthi Sepakat Melakukan Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved