Subsidi BBM tetap Rp2.000 lebih aman dan permanen

Rabu, 29 Februari 2012 - 13:56 WIB
Subsidi BBM tetap Rp2.000...
Subsidi BBM tetap Rp2.000 lebih aman dan permanen
A A A


Sindonews.com - Pemerintah dinilai lebih baik menetapkan besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara tetap sebesar Rp2.000 per liter ketimbang menaikkan harga menjadi Rp6.000 per liter.

"Waktu saya jadi ketua badan anggaran dulu, saya usulkan begitu juga. Subsidi tetap saja 30 persen dari harga keekonomian, tetapi waktu itu pemerintah tidak setuju," ungkap Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Aziz di Gedung DPR RI, Rabu (29/2/2012).

Dia menilai, dengan memberikan subsidi tetap, harga BBM di pasar akan berfluktuasi setiap waktu sehingga masyarakat bisa terbiasa.

"Kalau Indonesian Crude Price (ICP) naik, BBM naik, kalau turun (ICP) BBM turun. Itu lebih baik karena permanen. Kemiskinan dan inflasi lebih terjaga, karena sudah biasa (naik dan turun)," lanjut dia.

Dengan menerapkan pola subsidi BBM tetap sebesar Rp2.000 per liter di tingkat harga berapapun, pemerintah juga tidak akan terlalu sering tergopoh-gopoh membongkar pasang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) seperti yang dilakukan saat ini.

"APBN tidak akan terganggu, begitu kuota habis, maka tidak boleh ada lagi penambahan kuota. Tinggal mengikuti besaran subsidi saja," tambah angggota DPR dari Fraksi Golkar ini.

Sebelumnya, Dirjen Minyak dan Gas (Migas) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Legowo dalam rapat dengar pendapat di Komisi VII kemarin cenderung memilih penetapan subsidi tetap sebesar Rp2.000 dibandingkan naik Rp1.500 per liter untuk BBM jenis premium dan solar.

Dari hasil kajian bersama Universitas Indonesia, pemerintah mendata bahwa menaikkan harga BBM subsidi sebesar Rp2.000 per liter akan menambah inflasi sekira 2,86 persen. Sedangkan penetapan besaran subsidi tetap hanya akan menambah inflasi 2,4 persen.

"Subsidi tetap sebesar Rp2.000 akan menambah kemiskinan 1,15 persen, kalau BBM naik pertambahannya 1,4 persen," kata Evita kemarin. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
2 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
2 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved