BEI bakal rilis indeks infrastruktur & perbankan
Jum'at, 02 Maret 2012 - 09:46 WIB
BEI bakal rilis indeks infrastruktur & perbankan
A
A
A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan penerbitan indeks infrastruktur dan perbankan dalam menanggapi permintaan sejumlah perusahaan investasi di dalam negeri.
Diharapkan, pada akhir semester satu ini kedua indeks tersebut sudah bisa dirilis.Direktur Pengembangan BEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan, saat ini pihak BEI tengah menyusun mekanisme dan kriteria saham emiten yang masuk dalam kategori dua indeks infrastruktur dan perbankan.
”Masih dalam proses pembahasan. Tapi, kami berharap sudah bisa dirilis pada akhir semester satu tahun ini,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta kemarin.
Saat ini BEI memiliki beberapa indeks di pasar saham antara lain, indeks LQ45, Kompas100, Jakarta Islamic Index (JII), PEFINDO25, BISNIS-27, SRI-KEHATI, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Dia mengungkapkan, indeks infrastruktur akan memuat saham-saham dari perusahaan sektor infrastruktur yang tercatat di BEI. Dan indeks perbankan akan memuat saham dari emiten sektor perbankan.
Menurutnya,BEI akan menempatkan saham berkapitalisasi besar pada indeks infrastruktur dan perbankan itu. Friderica menambahkan, penerbitan indeks baru itu diharapkan dapat mendorong perusahaan manajer investasi (MI) membuat produk reksadana ETF.
Dia mengakui, saat ini perusahaan investasi belum banyak yang membuat produk ETF, sehingga pihaknya berinisiatif akan memberikan skema diskon (potongan) terhadap biaya transaksi kepada MI.
Namun, besarnya diskon biaya transaksi itu masih dalam pembahasan internal BEI. Friderica optimistis, dengan bertambahnya jumlah indeks atau pengelompokan saham di BEI, serta memberikan diskon biaya transaksi kepada manajer investasi, ke depannya akan memicu perusahaan investasi membuat produk reksa dana ETF.
Apalagi, lanjut dia, sebagian perusahaan investasi asing sudah menjadikan indeks LQ45 dan BEI sebagai ”benchmark” dalam mengeluarkan produk reksadana ETF.
Sementara, PT PG Asset Management bersiap merilis produk reksa dana ETF.Untuk tahap awal, perusahaan manajer investasi ini akan mengeluarkan produk reksa dana berbasis portofolio saham Bisnis 27. Produk ETF dinilainya memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan reksa dana.
Chief Investment Officer PG Asset Management Achfas Achsien mengatakan,produk reksa dana berbasis portofolio saham Bisnis 27 tidak jauh berbeda dengan ETF.
Perbedaannya adalah reksa dana ETF diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).”Di negara lain pertumbuhan produk ETF jauh lebih baik dibandingkan reksa dana,”ujarnya.
Diharapkan, pada akhir semester satu ini kedua indeks tersebut sudah bisa dirilis.Direktur Pengembangan BEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan, saat ini pihak BEI tengah menyusun mekanisme dan kriteria saham emiten yang masuk dalam kategori dua indeks infrastruktur dan perbankan.
”Masih dalam proses pembahasan. Tapi, kami berharap sudah bisa dirilis pada akhir semester satu tahun ini,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta kemarin.
Saat ini BEI memiliki beberapa indeks di pasar saham antara lain, indeks LQ45, Kompas100, Jakarta Islamic Index (JII), PEFINDO25, BISNIS-27, SRI-KEHATI, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Dia mengungkapkan, indeks infrastruktur akan memuat saham-saham dari perusahaan sektor infrastruktur yang tercatat di BEI. Dan indeks perbankan akan memuat saham dari emiten sektor perbankan.
Menurutnya,BEI akan menempatkan saham berkapitalisasi besar pada indeks infrastruktur dan perbankan itu. Friderica menambahkan, penerbitan indeks baru itu diharapkan dapat mendorong perusahaan manajer investasi (MI) membuat produk reksadana ETF.
Dia mengakui, saat ini perusahaan investasi belum banyak yang membuat produk ETF, sehingga pihaknya berinisiatif akan memberikan skema diskon (potongan) terhadap biaya transaksi kepada MI.
Namun, besarnya diskon biaya transaksi itu masih dalam pembahasan internal BEI. Friderica optimistis, dengan bertambahnya jumlah indeks atau pengelompokan saham di BEI, serta memberikan diskon biaya transaksi kepada manajer investasi, ke depannya akan memicu perusahaan investasi membuat produk reksa dana ETF.
Apalagi, lanjut dia, sebagian perusahaan investasi asing sudah menjadikan indeks LQ45 dan BEI sebagai ”benchmark” dalam mengeluarkan produk reksadana ETF.
Sementara, PT PG Asset Management bersiap merilis produk reksa dana ETF.Untuk tahap awal, perusahaan manajer investasi ini akan mengeluarkan produk reksa dana berbasis portofolio saham Bisnis 27. Produk ETF dinilainya memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan reksa dana.
Chief Investment Officer PG Asset Management Achfas Achsien mengatakan,produk reksa dana berbasis portofolio saham Bisnis 27 tidak jauh berbeda dengan ETF.
Perbedaannya adalah reksa dana ETF diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).”Di negara lain pertumbuhan produk ETF jauh lebih baik dibandingkan reksa dana,”ujarnya.
()