Bulog Bojonegoro siap beli gabah sesuai Inpres
Jum'at, 02 Maret 2012 - 17:43 WIB
Bulog Bojonegoro siap beli gabah sesuai Inpres
A
A
A
Sindonews.com – Perum Bulog Sub Divre III Bojonegoro akan membeli gabah dan beras di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah atau Beras dan Penyaluran oleh Pemerintah.
Sesuai Inpres itu, pemerintah menaikkan harga beli gabah kering panen, gabah kering giling, dan harga pembelian beras dalam negeri rata-rata sekitar 25 persen. Inpres itu mulai berlaku efektif sejak 1 Maret 2012.
“Kami siap menyerap gabah dan beras pada musim panen kali ini sesuai Inpres tersebut,” ujar Kepala Perum Bulog Sub Divre III Bojonegoro, Damin Hartono Roestam, Jumat (2/3/2012).
Berdasarkan Inpres itu disebutkan, harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu untuk harga pembelian gabah kering panen dengan kualitas kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa/kotoran maksimum 10 persen seharga Rp3.300 per kilogram di petani, atau Rp3.350 per kilogram di penggilingan.
Harga pembelian gabah kering giling dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen dan kadar hampa/kotoran maksimum 3 persen dipatok Rp4.150 per kilogram di penggilingan, atau Rp4.200 per kilogram di gudang Perum Bulog.
Sedangkan, harga pembelian beras dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen, butir patah maksimum 2 persen, dan derajat sosoh minimum 95 persen dipatok Rp6.600 per kilogram di gudang Perum Bulog.
Ketentuan harga itu bila dibandingkan dengan harga pembelian sebelumnya yang dilakukan pemerintah sesuai Inpres Nomor 7 Tahun 2009 naik rata-rata sekitar 25 persen.
Menurut Damin, Perum Bulog Bojonegoro mulai menyerap gabah dan beras hasil panen petani di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan sejak Januari lalu. Namun, sebelum harga pembelian pemerintah itu turun, pihak Perum Bulog Bojonegoro telah menentukan harga pembelian beras dari petani seharga Rp6.500 per kilogram, sedangkan harga gabah Rp4.300 per kilogram.
Menurut Damin, tahun ini Perum Bulog Bojonegoro ditarget mampu menyerap gabah setara beras sebanyak 132 ribu ton. Saat ini, Perum Bulog Bojonegoro mampu menyerap gabah setara beras sebanyak 2.000 ton per hari. Sejak awal Januari lalu hingga kini, Perum Bulog Bojonegoro dapat menyerap gabah sebanyak 15 ribu ton dan beras sebanyak 500 ton.
Sementara itu, harga beras di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro cenderung turun. Di Pasar Purwosari Bojonegoro, harga beras kualitas biasa yang sebelumnya Rp7.000 per kilogram turun menjadi Rp6.500 per kilogram. Harga beras kualitas sedang yang sebelumnya Rp7.600 per kilogram kini turun menjadi Rp7.000 per kilogram. Sedangkan, harga beras kualitas bagus yang sebelumnya Rp8.000 per kilogram kini turun menjadi Rp7.500 per kilogram.
Menurut Suwandi, 61, pedagang beras di Pasar Purwosari Bojonegoro, sejak sepekan terakhir harga beras di pasaran cenderung terus turun. “Beras lokal hasil panen kini melimpah. Kondisi itu yang membuat harga beras di pasaran kini berangsur turun,” ujarnya. (ank)
Sesuai Inpres itu, pemerintah menaikkan harga beli gabah kering panen, gabah kering giling, dan harga pembelian beras dalam negeri rata-rata sekitar 25 persen. Inpres itu mulai berlaku efektif sejak 1 Maret 2012.
“Kami siap menyerap gabah dan beras pada musim panen kali ini sesuai Inpres tersebut,” ujar Kepala Perum Bulog Sub Divre III Bojonegoro, Damin Hartono Roestam, Jumat (2/3/2012).
Berdasarkan Inpres itu disebutkan, harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu untuk harga pembelian gabah kering panen dengan kualitas kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa/kotoran maksimum 10 persen seharga Rp3.300 per kilogram di petani, atau Rp3.350 per kilogram di penggilingan.
Harga pembelian gabah kering giling dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen dan kadar hampa/kotoran maksimum 3 persen dipatok Rp4.150 per kilogram di penggilingan, atau Rp4.200 per kilogram di gudang Perum Bulog.
Sedangkan, harga pembelian beras dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen, butir patah maksimum 2 persen, dan derajat sosoh minimum 95 persen dipatok Rp6.600 per kilogram di gudang Perum Bulog.
Ketentuan harga itu bila dibandingkan dengan harga pembelian sebelumnya yang dilakukan pemerintah sesuai Inpres Nomor 7 Tahun 2009 naik rata-rata sekitar 25 persen.
Menurut Damin, Perum Bulog Bojonegoro mulai menyerap gabah dan beras hasil panen petani di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan sejak Januari lalu. Namun, sebelum harga pembelian pemerintah itu turun, pihak Perum Bulog Bojonegoro telah menentukan harga pembelian beras dari petani seharga Rp6.500 per kilogram, sedangkan harga gabah Rp4.300 per kilogram.
Menurut Damin, tahun ini Perum Bulog Bojonegoro ditarget mampu menyerap gabah setara beras sebanyak 132 ribu ton. Saat ini, Perum Bulog Bojonegoro mampu menyerap gabah setara beras sebanyak 2.000 ton per hari. Sejak awal Januari lalu hingga kini, Perum Bulog Bojonegoro dapat menyerap gabah sebanyak 15 ribu ton dan beras sebanyak 500 ton.
Sementara itu, harga beras di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro cenderung turun. Di Pasar Purwosari Bojonegoro, harga beras kualitas biasa yang sebelumnya Rp7.000 per kilogram turun menjadi Rp6.500 per kilogram. Harga beras kualitas sedang yang sebelumnya Rp7.600 per kilogram kini turun menjadi Rp7.000 per kilogram. Sedangkan, harga beras kualitas bagus yang sebelumnya Rp8.000 per kilogram kini turun menjadi Rp7.500 per kilogram.
Menurut Suwandi, 61, pedagang beras di Pasar Purwosari Bojonegoro, sejak sepekan terakhir harga beras di pasaran cenderung terus turun. “Beras lokal hasil panen kini melimpah. Kondisi itu yang membuat harga beras di pasaran kini berangsur turun,” ujarnya. (ank)
()