Rakornas PKS bahas kenaikan harga BBM

Senin, 05 Maret 2012 - 20:57 WIB
Rakornas PKS bahas kenaikan...
Rakornas PKS bahas kenaikan harga BBM
A A A


Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar rapat kerja nasional putaran ketiga di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (5/3) hingga Rabu (7/3) mendatang. Salah satu isu penting yang akan dibahas adalah soal kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang kini masih digodok pemerintah bersama DPR.

Hal itu diungkapkan Ketua DPP PKS Bidang Humas, Mardani Ali dalam siaran pers Fraksi PKS DPR, Senin (5/3/2012).

Mardani mengatakan, ada dua opsi yang mengerucut terkait kenaikkan harga BBM. Pertama, menolak sama sekali dengan alasan pemerintah sama sekali belum menjalankan prasyarat yang diminta DPR. Kedua, menyetujui kenaikkan BBM dengan sejumlah syarat tertentu.

“Kedua opsi ini cukup kuat dan sama-sama untuk kepentingan rakyat. Jika saja pemerintah mau melakukan penghematan dan menghilangkan pemborosan yang tidak penting di berbagai sektor, harga BBM tidak perlu naik,” ujarnya.

Mardani melanjutkan, kalaupun hasil Rakornas PKS akhirnya menyetujui kenaikkan harga BBM, pastinya ada sejumlah persayaratan yang diajukan ke pemerintah. Yang paling utama adalah bagaimana pemerintah serius dan menunjukkan komitmennya untuk menata dan memperbaiki sarana dan sistem transportasi umum yang saat ini masih jauh dari ideal.

Menurut dia, pemerintah sampai kini belum juga menepati janjinya untuk menyusun road map (peta jalan) sistem transportasi nasional yang aman, nyaman, dan manusiawi. Akibatnya rakyat jadi enggan menggunakan transportasi umum karena jauh dari aman dan nyaman. Akibat lebih jauh, kemacetan parah mendera masyarakat setiap hari sehingga terjadi pemborosan luar biasa yang merugikan perekonomian nasional.

“Kondisi angkutan umum baik darat, laut, maupun kereta api masih sangat memprihatinkan bahkan tidak aman. Kami menuntut janji dan komitmen pemerintah untuk membenahi transportasi umum sebelum BBM dinaikkan,” tegas Mardani.

Dia mengatakan, pemerintah jangan lari dari tanggung jawab dengan membelokkan isu sosial kenaikkan BBM ini ke persoalan lain yang tidak ada kaitannya sama sekali.

Pemberian bantuan langsung tunai (BLT) juga bukan solusi yang mendidik. Sementara persoalan utama kita sehari-hari seperti persoalan kemacetan, kondisi transportasi umum yang memprihatinkan, biaya kesehatan yang mahal, biaya pendidikan yang masih mahal. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
MNC Sekuritas Sukses...
MNC Sekuritas Sukses Gelar Grand Final MotionTrade Billionaires Games 2026
7 menit yang lalu
Hyundai Bakal Pamerkan...
Hyundai Bakal Pamerkan Prototipe Mobil Seven Seater di GIIAS 2026
19 menit yang lalu
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
32 menit yang lalu
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
52 menit yang lalu
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
1 jam yang lalu
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved