Tarif listrik diusulkan naik Mei

Rabu, 07 Maret 2012 - 13:07 WIB
Tarif listrik diusulkan...
Tarif listrik diusulkan naik Mei
A A A


Sindonews.com - Pemerintah mengusulkan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar 10 persen mulai Mei mendatang, atau sebulan setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik pada April 2012.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengungkapkan, kenaikan tersebut akan dibagi selama tiga tahap per tiga bulan.

“Di APBN Perubahan, BBM diusulkan (naik) April dan TTL diusulkan (naik) bulan berikutnya dan dicicil. Kalau BBM sudah diputuskan April, ya (listrik) bisa Mei dan tiap tiga bulan naik,” papar Jero Wacik di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 6 April 2012.

Jero Wacik menambahkan, rencana pemerintah mengusulkan kenaikan tarif listrik pada Mei mendatang untuk meringankan beban masyarakat, mengingat bulan sebelumnya ada kenaikan BBM. Dia meyakini kenaikan TTL secara bertahap akan mudah diberlakukan karena langsung berhubungan dengan pelanggan.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menegaskan, pemerintah telah mempertimbangkan semua aspek dan dampak dalam mengambil setiap kebijakan, termasuk kenaikan BBM dan TTL secara berurutan. “Pokoknya itu sudah dihitung dengan baik sama pemerintah,” tutur Anny.

Sebagai informasi, dampak kenaikan BBM biasanya berlanjut hingga 2-3 bulan berikutnya. Artinya, bila kenaikan BBM diputuskan April maka dampak inflasinya masih terasa pada Juni. Dengan adanya kenaikan TTL, inflasi Mei bisa lebih tinggi lagi meskipun secara tradisi hanya menyumbang inflasi sebesar 0,38%.
Kendati Jero Wacik sudah mewacanakan kenaikan TTL pada Mei tahun ini, Anny mengingatkan bahwa pemerintah belum bisa memastikan TTL bisa dinaikkan mulai Mei mendatang karena semuanya masih menunggu pembahasan dengan DPR. “Belum, belum (diputuskan),” tandasnya.

Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam berharap pemerintah mempertimbangkan kembali kenaikan tarif listrik pada Mei karena dampak dari kenaikan BBM masih terasa pada tiga bulan setelahnya.

Sayangnya pemerintah juga akan kesulitan memutuskan kenaikan TTL pada Juli dan Agustus karena ada masa anak masuk sekolah dan Lebaran. Namun Latif meyakini, pemerintah tentu memiliki pertimbangan sendiri untuk mengusulkan kenaikan TTL pada Mei. “Pemerintah mungkin punya pertimbangan. Mei kan inflasinya biasanya tidak terlalu menanjak, bobotnya termasuk kecil,” ujar Latif.

Dia menambahkan, yang paling masuk akal bagi pemerintah saat ini adalah dengan menaikkan TTL sekaligus pada September. Kalaupun pemerintah mau membagi kenaikan TTL sebesar 10 persen, maka cara terbaik adalah dengan membagi kenaikan 5 persen dan 5 persen pada September dan November.

Alasannya, secara tradisi inflasi pada bulan-bulan tersebut terbilang rendah. Latif memperkirakan, kenaikan TTL sebesar 10 persen bakal menyumbang inflasi 0,34– 0,35 persen. Sedangkan kenaikan BBM sebesar Rp1.500/liter menambah inflasi sekitar 1 persen. Dengan demikian,target inflasi tahunan sebesar 6–7 persen yang diajukan pemerintah melalui APBN-P akan sulit tercapai.

“Hitungan inflasi sekarang (APBN) kan 5,3 persen, dengan ada kenaikan dua itu (BBM dan TTL) bisa bertambah inflasinya sekitar 2 persen. Saya punya keyakinan inflasi ada di range 7–7,5 persen,” ujarnya.
Dengan inflasi yang tinggi, Latif memprediksi pertumbuhan Indonesia hanya akan berada di level 6,4-6,5 persen dan sulit melewati 6,5 persen. Menurut dia, setiap inflasi 1 persen maka elastisitas pertumbuhannya akan berkurang 0,5 persen sehingga target pertumbuhan bisa meleset jika inflasi tidak terkendali. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
6 menit yang lalu
1,3 Juta Tiket Kereta...
1,3 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual saat Libur Panjang hingga 1 Juni 2026
2 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
4 jam yang lalu
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
5 jam yang lalu
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
6 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
7 jam yang lalu
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved