Wali Kota Palopo antisipasi kelangkaan BBM

Minggu, 11 Maret 2012 - 20:05 WIB
Wali Kota Palopo antisipasi...
Wali Kota Palopo antisipasi kelangkaan BBM
A A A
Sindonews.com - Jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat ini, kelangkaan BBM jenis premium mulai terjadi di beberapa daerah di Sulsel. Namun, isu kenaikan harga BBM ini, belum berdampak pada penjualan BBM jenis solar dan premium di Kota Palopo.

Wali Kota Palopo, HPA Tenriadjeng, membentuk tim pengawas dan pemantau dan pengawas penjualan BBM di SPBU untuk mengawasi transaksi BBM jelang kenaikan harga di enam SPBU dalam wilayah Kota Palopo. "Tim ini sebagai langkah antisipasi mengatasi gejolak kenaikan harga BBM di Palopo. Sesuai pemantauan tim Pemkot ini, belum ada ditemukan adanya kelangkaan BBM di seluruh SPBU di daerah ini," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkot Palopo, Muh Ansir Ismu selaku anggota tim kepada Sindo, Minggu (11/3/2012).

Tim ini melibatkan Asisten II Pemkot Palopo, Dinas Koperindag dan UKM, Satpol-PP Kota Palopo, Bagian Perekonomian, dan aparat kepolisian dari Polres Palopo. "Sesuai pemantauan tim sore ini (kemarin), belum ditemukan adanya kelangkaan BBM di SPBU. Jika memang ada terjadi kelangkaan premium atau solar, maka tim Pemkot akan mengetahuinya karena tim disiagakan di SPBU," kata Ansir.

Sebanyak tujuh SPBU yang beroperasi melayani kebutuhan BBM masyarakat Palopo, yakni SPBU Sampoddo, Binturu, Ahmad Razak, Landau, Salubulo, dan SPBU Mancani. "Seluruh SPBU di Palopo akan diawasi ketat tim Pemkot, termasuk anggota Satpol PP bersama personel kepolisian akan ditempatkan di setiap SPBU. Sebab, pascamerebaknya isu rencana kenaikan harga BBM di Tanah Air, dikhawatirkan terjadi gejolak berupa kelangkaan BBM di tengah masyarakat," kata mantan Kepala Pusat Niaga Palopo (PNP) ini.

Dikatakan, jelang kenaikan harga BBM, pembelian BBM di SPBU dikhawatirkan meningkat, termasuk spekulan dikhawatirkan membeli BBM dalam jumlah besar. Salah satu modusnya, spekulan membeli BBM baik solar atau premium menggunakan mobil L 300 atau kendaraan roda empat lainnya dan isinya disedot setelah full tangki untuk ditimbun dalam drum atau wadah besar.

"Setelah BBM disedot dari tangki, maka mobil yang sama kembali membeli BBM di SPBU untuk beberapa kali. Ini salah satu yang diawasi tim Pemkot bersama Polres Palopo," kata Ansir, seraya mengatakan, dalam dua pekan terakhir, Polres telah menggagalkan dua kali penyelundupan solar bersubsidi dari Pantai I Songka tujuan Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pantauan Sindo di beberapa SPBU, siang kemarin, belum terjadi antrean panjang kendaraan roda dua dan empat di Kota Palopo. Di SPBU Ahmad Razak, sekitar pukul 14:00 Wita, siang kemarin, penjualan BBM masih normal. "Belum ada antrean kendaraan, karena stok BBM masih normal dan tersedia," kata pemilik SPBU Ahmad Razak, Herson.

Sementara Kapolres Palopo, AKBP Muh Fajaruddin mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan tim pengawas penjualan BBM di SPBU bentukan Pemkot Palopo. "Kami sangat salut adanya tim bentukan Pemkot ini, karena jelang kenaikan harga BBM, gejolak kelangkaan BBM dikhawatirkan terjadi di tengah masyarakat," katanya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved