Ekonomi melambat, impor minyak AS merosot 1 juta bph

Selasa, 13 Maret 2012 - 10:01 WIB
Ekonomi melambat, impor...
Ekonomi melambat, impor minyak AS merosot 1 juta bph
A A A
Sindonews.com – Impor minyak Amerika Serikat(AS) sepanjang 2011 lalu turun lebih dari 1 juta barel per hari (bph) di tengah melambatnya perekonomian.

Penurunan tersebut diperkirakan berdampak pada kebijakan energi AS selanjutnya terutama menjelang pemilihan presiden November mendatang. ”Ketika Presiden Obama menduduki Gedung Putih, Amerika mengimpor 11 juta barel per hari. Pada akhir tahun lalu impor turun menjadi hanya 8,4 juta bph,” kata laporan tahunan energi AS yang dikutip Reuters kemarin.

Pemerintahan Obama saat ini sedang berjuang melawan harga minyak mentah dunia yang terus menguat akibat isu embargo minyak Iran. Harga minyak yang dalam beberapa bulan terakhir di perdagangkan di atas USD120 per barel memaksa otoritas AS menaikkan harga bahan bakar minyak menjadi sekitar USD5 per galon.

Dalam laporan tersebut juga disampaikan bahwa Gedung Putih berambisi mengurangi ketergantungan pada minyak asing. Laporan itu menggarisbawahi bahwa impor minyak bersih untuk konsumsi AS menurun dari 57 persen pada 2008 menjadi 45 persen pada 2011.”Itu adalah tingkat terendah dalam 16 tahun,” kata laporan tersebut.

Sementara,harga minyak dunia pada perdagangan di Asia kemarin menurun setelah Pemerintah China menyatakan bahwa defisit perdagangan pada Februari lalu mencapai rekor tertinggi USD31,48 miliar. Harga minyak jenis west texas intermediate untuk pengiriman April turun USD52 sen menjadi USD106,88 per barel.

Sementara, jenis brent north sea juga melemah USD55 sen menjadi USD125,43 pada sesi perdagangan pagi. ”Pasar bereaksi setela China yang merupakan konsumen kedua terbesar minyak bumi melaporkan penurunan ekspor,” kata Victor Shum, analis pada perusahaan konsultan energi Purvin and Gertz.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved