Nelayan mulai sulit peroleh BBM

Selasa, 13 Maret 2012 - 13:34 WIB
Nelayan mulai sulit...
Nelayan mulai sulit peroleh BBM
A A A
Sindonews.com - Kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Stasiun Pengisian Bahar Umum (SPBU) sejak beberapa hari belakangan ini. Hal tersebut membuat sejumlah nelayan di Bulukumba, Sulawesi Selatan tidak bisa berlayar.

Salah seorang nelayan Bulukumba Bujang mengungkapkan, bahwa sejak adanya wacana kenaikan harga BBM, sejumlah nelayan di kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung bulu sulit mendapatkan solar.

Menurutnya, karena SPBU membatasi jumlah liter yang diberikan kepada nelayan. "Sudah hampir beberapa minggu ini tidak bisa melaut karena kekurangan solar," jelas Bujang, Selasa (13/3/2012).

Menurut Bujang, kondisi ini membuat nelayan termasuk kapal yang dioperasikan tidak dapat melaut untuk mencari ikan. Sebab, dalam satu pelayaran rata-rata kapal nelayan membutuhkan solar sekitar 500 liter. "Ini baru rencana kenaikan BBM, bagaimana kalau harga sudah naik. Mungkin kami tidak bisa makan lagi karena mata pencaharian, saya hanya di laut," ungkapnya.

Aktivis Aliansi Gerakan Reforma Agrari (Agra) Bulukumba Rudy Tahas menambahkan, menjelang kenaikan harga BBM secara nasional ini, pemerintah harusnya mempertimbangkan nasib masyarakat kecil.

Dia juga menambahkan selain itu, pemerintah harus membentuk tim pengawasan terhadap oknum-oknum yang mencoba bermain dalam kenaikan BBM dengan menimbung BBM. "Ini memang sudah menjadi keputusan nasional. Hanya, daerah harus memperjuangkan warga kecil seperti nasib nelayan," ujar Rudy.

Terpisah, Kepala Bidang Pengawasan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba Hasanuddin mengaku, pihaknya sudah membentuk tim soal rencana kenaikan BBM. Tim ini akan mengawasi SPBU yang sengaja menimbung BBM.

"Kami belum menerima laporan secara resmi soal kelangkaan BBM. Tapi kalau ada yang ditemukan menimbung akan dilaporkan ke Pertamina Sulsel," jelas Hasanuddin.

Dia menambahkan, dalam mengawasi penjualan BBM dibeberapa SPBU Bulukumba, Dinas Perdagangan akan melibatkan polisi bersama Satpol PP dalam memantau di SPBU. "Kami akan menindak SPBU yang menaikkan harga sebelum ditetapkan. Kami tidak mau warga yang menjadi korban dalam permainan harga di SPBU," tegas Hasanuddin. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
5 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
6 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved