Grup Bakrie Bakal Lakukan Kuasi Reorganisasi, Ini Manfaatnya
Kamis, 16 Mei 2024 - 19:27 WIB
loading...
PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana melakukan kuasi reorganisasi. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Bakrie & Brothers Tbk. ( BNBR ) berencana melakukan kuasi reorganisasi. Kuasi reorganisasi ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi laporan keuangan konsolidasian.
"Agar dapat menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik dan performa Perseroan tanpa dibebani defisit masa lalu," ujar Direktur & Chief Financial Officer (CFO) BNBR Roy Hendrajanto dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Kamis (16/5/2024).
Menurut dia terdapat lima tujuan dari kuasi reorganisasi yang akan dilaksanakan oleh perseroan. Pertama, dengan aksi korporasi ini Perseroan dapat memulai awal yang baru (fresh start) dengan neraca keuangan yang menunjukkan saldo laba tanpa dibebani defisit masa lampau.
Kedua, memperbaiki struktur ekuitas Perseroan dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih transaksi dengan pihak non pengendali dan penurunan modal saham.
Baca Juga: Perguruan Tinggi Berperan Bentuk Pemikiran tentang Pembangunan Keberlanjutan
Ketiga, dengan kondisi neraca keuangan yang menunjukkan nilai sekarang tanpa dibebani defisit masa lampau, Perseroan diharapkan akan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha.
Keempat, dengan tidak adanya saldo defisit, maka akan dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena Perseroan dapat membagi dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT).
"Agar dapat menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik dan performa Perseroan tanpa dibebani defisit masa lalu," ujar Direktur & Chief Financial Officer (CFO) BNBR Roy Hendrajanto dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Kamis (16/5/2024).
Menurut dia terdapat lima tujuan dari kuasi reorganisasi yang akan dilaksanakan oleh perseroan. Pertama, dengan aksi korporasi ini Perseroan dapat memulai awal yang baru (fresh start) dengan neraca keuangan yang menunjukkan saldo laba tanpa dibebani defisit masa lampau.
Kedua, memperbaiki struktur ekuitas Perseroan dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih transaksi dengan pihak non pengendali dan penurunan modal saham.
Baca Juga: Perguruan Tinggi Berperan Bentuk Pemikiran tentang Pembangunan Keberlanjutan
Ketiga, dengan kondisi neraca keuangan yang menunjukkan nilai sekarang tanpa dibebani defisit masa lampau, Perseroan diharapkan akan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha.
Keempat, dengan tidak adanya saldo defisit, maka akan dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena Perseroan dapat membagi dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT).
Lihat Juga :