PAN: Kenaikan BBM tak dapat dielakkan
Kamis, 15 Maret 2012 - 12:14 WIB
PAN: Kenaikan BBM tak dapat dielakkan
A
A
A
Sindonews.com - Terkait rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bulan depan, sudah tidak dapat dielakkan lagi. Oleh karenanya, dibutuhkan segera solusi-solusi untuk memperingan beban masyarakat yang terkena dampaknya.
Ketua fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy mengatakan, pemerintah sudah mencari alternatif untuk mengurangi beban masyarakat yang terkena langsung akibat kenaikan BBM. "Pemerintah masih terus mencari alternatif yang tepat untuk yang terkena dampak langsung apabila BBM jadi dinaikan," ucap Tjatur kepada wartawan di DPR, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
Alternatif yang dimaksud, bagaimana pemerintah mencari formulasi baru dalam pemberian kompensasi kepada masyarakat. "Apa planning-nya, mungkin wajib belajar yang ditanggung negara, atau beasiswa pendidikan yang ditambah," ujarnya.
Apabila pemerintah benar-benar menaikan harga BBM, lanjut Tjatur, maka pemerintah juga harus bertanggung jawab atas dampak yang akan ditanggung oleh masyarakat.
Dia menjelaskan, dalam rapat Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi partai politik pendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semalam di Puri Cikeas Bogor yang dihadiri para pimpinan partai politik dan menteri hanya melakukan perbincangan terkait dengan rencana kenaikan BBM, tapi bukan mengambil keputusan apapun.
"Rapat semalam tidak memutuskan sesutau, karena pengambilan keputusan tetap di gedung ini (DPR)," jelas Wakil Ketua Komisi III DPR ini.
Masih menurut Tjatur, sampai sekarang opsi harga kenaikan BBM masih diperdebatkan, beberapa perguruan tinggi juga ikut andil melakukan telaah secara mendalam. "Hasil studi UI (Universitas Indonesia) dan UGM (Universitas Gajah Mada) menentukan yang paling optimum naik Rp1.500," tukasnya. (bro)
()