IPO Bank Jatim dikhawatirkan tak maksimal

Jum'at, 16 Maret 2012 - 12:44 WIB
IPO Bank Jatim dikhawatirkan...
IPO Bank Jatim dikhawatirkan tak maksimal
A A A
Sindonews.com - Penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) dikhawatirkan tidak maksimal. Pasalnya, Bank Plat Merah ini terjadi stagnasi semangat IPO yang digulirkan sejak 1 tahun lalu.

"IPO ini adalah gagasan lama, sekitar 1 tahun lalu sudah disampaikan ke legislatif oleh manajeman bank. Bahkan saat itu Bank Jatim meminta penambahan modal. Namun setelah itu sudah tidak ada kabarnya. Tahu-tahu akan IPO pada bulan Juni mendatang," kata anggota Komisi C (Bidang Keuangan) DPRD Jawa Timur Basuki Babussalam di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (16/3/2012).

Bahkan wakil rakyat menyetujui permintaan Bank Jatim untuk penambahan modal dengan semangat IPO. Namun, setelah itu ada penuruan intensitas sehingga dikhawatirkan IPO Bank Jatim ini tidak maksimal seperti IPO Garuda Indonesia.

Ia juga mengatakan, tidak mudah sebuah bank daerah untuk menuju IPO. Sebab, persyaratan IPO ditentukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Tapi pada prinsipnya, perbankan bisa IPO itu adalah Perbankan itu sehat, Modalnya cukup, kemudian Bank bisa memberikan jaminan kepada Publik apa yang dijalankan sesuai dengan mekanisme pasar.

Sementara Sistem di Bank Jatim sendiri, katanya sudah bagus. Namun demikian sebagai Bank milik pemerintah daerah tentunya dana yang digunakan itu adalah sebagian besar milik pemerintah daerah, baik propinsi kabupaten dan Kopta di Jawa Timur.

"Jika dikaitkan dengan kepublikan (IPO) nanti apakan ini siap untuk menyongsong keterbukaan yang luar biasa. Ini yang perlu didiskusikan," katanya.

Ketika ditanya apakah Bank Jatim siap untuk IPO. Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, persoalan ini bukan siap atau tidak. Ia melihat ada stagnasi semangat IPO dalam beberapa dekade ini yang tidak begitu bergairah. "Sehingga kalau kemudian tidak ada sosialisasi, tidak kesiapan, pengkondisin internal maupun eksternal saya khawatir nanti akan terjadi seperti tragedi IPO-nya Garuda Indonesia itu. Sehingga terjadi penurunan luar biasa yang itu merugikan keuangan daerah," jelasnya.

Tapi pada prinsipnya, kata Basuki, pihaknya sangat setuju dengan IPO tersebut asalkan mekanisme dan tahapan telah dilalui oleh manajemen Bank Jatim dan Pemerintah Provinsi.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
6 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
32 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
54 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved