Pasar Desa Sinoa dianggarkan Rp1 miliar
Jum'at, 16 Maret 2012 - 13:51 WIB
Pasar Desa Sinoa dianggarkan Rp1 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Pasar desa di Kecamatan Sinoa, akan dianggarkan sekitar Rp1 miliar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bantaeng, Bakhtiar Karim, pasar desa itu rencananya akan dibangun di kecamatan Sinoa dalam waktu dekat ini. “Kita sementara mengusulkan proposalnya di kementerian koperasi. Anggarannya, antara Rp800 juta sampai Rp1 miliar,” jelas Bakhtiar, Jumat (16/3/2012).
Lokasi pasar yang rencananya dibangun di sekitar kantor camat Sinoa itu diperkirakan akan menjadi pasar yang paling strategis. Menurutnya, pasar itu akan banyak dikunjungi oleh sejumlah warga yang berada di sekitar pegunungan kabupaten Bantaeng. “Warga kecamatan Ulu Ere dan desa-desa sekitarnya akan dapat melakukan transaksi di situ,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini Diskop UKM telah mengajukan proposal pembangunan pasar itu. Pihak kementerian koperasi juga sudah memberikan sinyal untuk pembangunan pasar tersebut. Sementara pemerintah kabupaten Bantaeng berencana menyediakan lahan di tempat itu.
Keberadaan pasar desa itu, lanjut Bakhtiar, akan dapat meningkatkan potensi ekonomi masyarakat sekitar pasar. Warga yang berada di kawasan pegunungan juga tidak perlu lagi jauh-jauh membawa produksi perkebunannya untuk dijual.
Dia mengatakan, pasar adalah barometer pertumbuhan ekonomi masyarakat Bantaeng. Dengan adanya pasar itu, maka perekonomian masyarakat akan semakin meningkat. Hal ini akan berujung pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bantaeng.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Sinoa, Hariyanto memberikan apresiasi terhadap rencana Diskop UKM untuk membangun pasar desa di tempat itu. Warga setempat bahkan mengaku sudah menyediakan lahan untuk pasar itu.
Hanya saja, dia berharap pemerintah dapat komitmen untuk melakukan pembayaran ganti rugi lahan sesuai dengan harga yang telah disepakati. Menurutnya, jangan sampai pembangunan pasar ini dapat terhambat lantaran ganti rugi lahan yang terganggu. “Sebaiknya pemerintah komitmen mengganti rugi lahan yang telah disepakati,” jelasnya.
Dia menambahkan, sesuai dengan nilai jual objek pajak (NJOP) kawasan itu, nilai lahan di sekitar kecamatan Sinoa mencapai Rp30 ribu per meter. Sebenarnya sudah terbangun kesepakatan antara warga dengan pemerintah.
Untuk memastikan nilai harga jual lahan itu, pihaknya masih menunggu keputusan dari tim sembilan bentukan pemerintah kabupaten Bantaeng.
Bupati Bantaeng Hm Nurdin Abdullah mengatakan, dengan dibangunnya pasar desa tersebut nantinya diharapkan bisa menggenjot perekonomian masyarakat sekitar. Terutama petani, yang tidak perlu bersusah payah, untuk memasarkan hasil panennya.
“Selain di Sinoa, rencananya masih ada lagi satu pasar yang akan dibangun, namun masih dalam proses pembebasan lahan,” tandas Nurdin. (bro)
()