BDV bidik pasar IT lokal

Senin, 19 Maret 2012 - 10:29 WIB
BDV bidik pasar IT lokal
BDV bidik pasar IT lokal
A A A
Sindonews.com – Bandung Digital Valley (BDV) berkomitmen menggiatkan industri kreatif sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) lokal dengan membidik market TIK dalam negeri.

Komitmen tersebut didasarkan pada besarnya pasar produk TIK di Indonesia. Lab Industrial Partnership Research & Development PT Telkom Indonesia Agnesia Chandra menjelaskan, BDV akan menjadi lembaga yang mengayomi kreator pada bidang TIK dalam mengembangkan produk lokal.Kreator lokal diharapkan menjadi pemain di negeri sendiri. Apalagi, pangsa pasar pengguna TIK di Indonesia masih cukup besar sebanding dengan jumlah penduduk di Indonesia.

”Indonesia adalah market potensial bagi produk TIK. Namun, pasar ini masih digarap produk asing dan hanya sebagian kecil produk lokal yang bisa eksis di negeri sendiri,” ujar Agnesia di Gegerkalong Hilir, Kota Bandung. Di Indonesia, tercatat ada sekitar 45 juta pengguna internet. Sebanyak 25 juta di antaranya adalah pengguna Facebook dan Twitter. Indonesia masih menjadi marketterbesar pengguna BlackBerry.

Menurut dia, masalah kreator lokal dalam mengembangkan produk TIK tak lepas dari keterbatasan teknologi dan kemampuan pemasaran. Kehadiran BDV diharapkan menjadi wadah bagi kreator lokal mengembangkan produk TIK. BDV dilengkapi fasilitas pendukung seperti jaringan, internet berkecepatan 10 Mbps, server room (128 gigabyte/ server), gadegt test (iPad, iPhone, BlackBerry, Android, Mac PC, Nokia Lurmia), developer tools (Junos, Azzure, Global SAAS), platform (Cisco, Microsoft, Jupiter, NFC, HP), serta portal.

Kepala Bidang Investasi Masyarakat Industri Kreatif Indonesia (MIKTI) Indra Purnama mengungkapkan, dalam tiga tahun ke depan BDV diharapkan mampu melahirkan 600 kreator dan 60 produk TIK lokal. Upaya yang saat ini dilakukan BDV yaitu melakukan inkubasi 116 peserta selama 6 bulan.Mereka akan diarahkan menjadi kreator pada bidang games, konten edukasi, musik, animasi, dan software oleh sejumlah praktisi TIK.

”Kami juga akan menjalin kerja sama dengan 45 universitas di Indonesia dan 15 partner dari berbagai negara. Upaya ini menjadi pintu gerbang bagi kreator lokal menciptakan konten TIK serta memperkenalkannya kepada masyarakat internasional,” jelasnya. Ke depan kreator lokal diharapkan menjadi pemain TIK di dunia internasional. Dia optimistis penggiat TIK di Indonesia memiliki kemampuan menciptakan konten IT berkualitas bila didukung sarana memadai.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
41 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
47 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved