DPR sesalkan kenaikan obat generik hingga 9%

Senin, 19 Maret 2012 - 16:14 WIB
DPR sesalkan kenaikan...
DPR sesalkan kenaikan obat generik hingga 9%
A A A
Sindonews.com - Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang sebelumnya mengatakan tidak akan menaikkan harga obat yang diproduksi oleh BUMN terkait dampak kenaikan BBM. Namun hal ini justru berbanding terbalik dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menetapkan kenaikan harga obat sebesar 6-9 persen.

"Menkes seharusnya bisa kompak dengan Menteri BUMN untuk mencegah kenaikan Harga Obat Generik, kenapa kebijakannya berbeda satu sama lain?," kata Anggota Komisi IX DPR RI Herlini Amran, Senin (19/3/2012).

Sebelumnya, Kemenkes juga telah berjanji akan mengendalikan harga obat generik jelang kenaikan BBM yang volumenya menguasai 40 persen peredaran obat di masyarakat. "Tapi kenapa justru Kemenkes malah menaikkan harga obat generik?," ucap Herlini yang juga anggota Pokja Kesehatan.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera ini mendesak Kemenkes untuk dapat menjamin bahwa berapa pun penyesuaian harga obat generik ke depan tidak akan membebani pasien Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

"Karena itu revisi plafon pembiayaan Jamkesmas/Jamkesda harus dijamin akan beroperasional di lapangan, dan mampu diterima penyelenggara jaminan kesehatan di semua daerah," ujarnya.

"Kemenkes juga harus menjamin harga obat generik di pasaran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), dan menertibkan apotek/faskes yang menjual obat generik kepada masyarakat umum di atas HET," kata Anggota DPR asal Kepulauan Riau ini. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
24 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved