Naikkan BBM, pemerintah harus tepati janji
Selasa, 20 Maret 2012 - 10:49 WIB
Naikkan BBM, pemerintah harus tepati janji
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada April mendatang, bagi kalangan pengusaha pihaknya akan menyetujui jika penghematan subsidi BBM yang didapatkan dari kenaikan tersebut. Harus sesuai dengan janji pemerintah yaitu di salurkan ke pembangunan infrastruktur, pengentas rakyat miskin.
"Bisa kolaps ini negara, jadi kita menyetujui kenaikan, oke. Tetapi dengan catatan, penghematan yang didapatkan dari pengurangan subsidi itu, pakailah untuk membangun infrastruktur, bangun transportasi publik, transportasi massal. Serta harus dipake buat UMKM hingga mengentaskan kemiskinan. Sehingga rakyat itu terobati lah," jelas Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto saat ditemui pada sela-sela acara Seminar KADIN di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/3/2012).
Dia juga mengingatkan beberapa hal yang sangat penting untuk pemerintah terkait dengan penghematan Bahan Bakar Minyak. Pasalnya, sesuai dengan janji pemerintah yang akan menyalurkan anggaran tersebut ke beberapa sektor lain yang dianggap sangat krusial.
"Kita menghemat sekian banyak ini, jangan enggak jelas, kemana. Jangan sampai korupsi lagi nanti," tandasnya.
Selain kepada pemerintah, dia juga mengingatkan kepada para pengusaha agar mendukung kenaikan harga BBM. "Kita ini pengusaha realistis, kalau tidak setuju kenaikan, bukan pengusaha realistis. Tidak bisa pemerintah dibebani beban yang begitu berat terus-terusan," pungkasnya. (ank)
"Bisa kolaps ini negara, jadi kita menyetujui kenaikan, oke. Tetapi dengan catatan, penghematan yang didapatkan dari pengurangan subsidi itu, pakailah untuk membangun infrastruktur, bangun transportasi publik, transportasi massal. Serta harus dipake buat UMKM hingga mengentaskan kemiskinan. Sehingga rakyat itu terobati lah," jelas Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto saat ditemui pada sela-sela acara Seminar KADIN di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/3/2012).
Dia juga mengingatkan beberapa hal yang sangat penting untuk pemerintah terkait dengan penghematan Bahan Bakar Minyak. Pasalnya, sesuai dengan janji pemerintah yang akan menyalurkan anggaran tersebut ke beberapa sektor lain yang dianggap sangat krusial.
"Kita menghemat sekian banyak ini, jangan enggak jelas, kemana. Jangan sampai korupsi lagi nanti," tandasnya.
Selain kepada pemerintah, dia juga mengingatkan kepada para pengusaha agar mendukung kenaikan harga BBM. "Kita ini pengusaha realistis, kalau tidak setuju kenaikan, bukan pengusaha realistis. Tidak bisa pemerintah dibebani beban yang begitu berat terus-terusan," pungkasnya. (ank)
()