BI: Isu kenaikan BBM lemahkan rupiah
Rabu, 21 Maret 2012 - 21:25 WIB
BI: Isu kenaikan BBM lemahkan rupiah
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menekankan melemahnya rupiah saat ini bukan hanya karena terjadinya penguatan dollar (USD). Namun lebih dikarenakan kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Saat ini berlaku untuk semua mata uang di dunia. Sehingga tidak dapat dikatakan rupiah melemah karena dollar, kalau ikuti mata uang lain juga begitu. Ya memang tidak sama persis, tapi arahnya sama," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (21/3/2012).
Penguatan dollar menurut Darmin memang terjadi karena ekonomi Amerika Serikat yang terus membaik, dibandingkan dengan Uni Eropa. Tapi memang yang menjadi faktor terbesar adalah kenaikan harga BBM.
"Belakangan kita kemudian ada tambahannya yaitu rencana menaikkan harga BBM. Itu tentu saja membuat perkiraan terhadap inflasi itu meningkat. Kalau inflasi meningkat tentu saja pengaruhnya pada rupiahnya agak melemah," jelasnya.
Dia menambahkan melemahnya rupiah akan berlangsung sampai dengan kenaikan BBM benar-benar terjadi. Sehingga, dapat diproyeksikan langkah-langkah yang dapat diambil untuk kembali menstabilkan rupiah.
"Ya sampai keputusan benar-benar diambil sehingga orang tahu berapa persen dan kemudian pengaruhnya proses perubahan harganya kan akan berjalan beberapa bulan," pungkas Darmin. (bro)
()