Pemanfaatan energi laut masih minim

Kamis, 22 Maret 2012 - 13:06 WIB
Pemanfaatan energi laut...
Pemanfaatan energi laut masih minim
A A A
Sindonews.com - Upaya untuk menambah energi baru terbarukan (EBT) masih banyak kendala. Salah satunya adalah pengembangan energi laut. Hingga dikeluarkannya Undang-Undang 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025. Belum ada Road Map yang mengatur tentang energi laut ini.

Padahal, pontensi laut Indonesia sangat besar untuk menghasilkan energi listrik yang cukup besar. Menurut Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Prof. Ir Mukhtasor, M. Eng. Ph.D sejak undang-undang itu dikeluarkan tidak ada item yang mengatur secara pasti tentang Pemanfaatan Energi Laut ini.

"Ketika ingin mengembangkan energi laut ini, kesulitan tidak ada prosedur. Perijinannya seperti apa. Yang mengelola siapa tidak ada penjelasan road map di undang-undang tersebut," kata Mukhtasor ketika sosialisasi tentang masalah energi dan alternatif solusinya di Kantor Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur, Surabaya, Kamis (22/3/2012).

Menurutnya ada 3 Jenis energi laut yang bisa dimanfaatkan. Pertama adalah Energi Pasang Surut. Pergerakan air laut yang menyempit dan melebar ini ternyata memiliki kecepatan yang cukup tinggi. Dengan gerakkan itu dapat diubah untuk menggerakkan generator.

Kemudian pemanfaatan palung lokasi di titik terbuka laut Indonesia. Di kawasan tersebut, gelombang lautnya sangat tinggi. "Gelombang ini memiliki energi yang besar pula," sebutnya.

Kemudian untuk panas laut. Energi ini adalah memanfaatkan suhu permukaan laut sebesar 27 derajat celsius sedangkan suhu di dasar laut hanya 3 derajat celsius. "Prinsipnya adalah seperti pemanfaatan tenaga uap. Selain itu energi laut ini murah dibanding energi yang ada saat ini," katanya.

Dari hasil penelitian, dari energi Gelombang Laut dan Arus Pasang Surut mampu menghasilkan energi listrik sebesar 6000 MW. Sedangkan Panas laut yang dapat dikelola seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mampu menghasilkan energi listrik sebesar 43.000 MW.

Sayangnya, sektor ini tidak digarap. Seharusnya, pemerintah membuat Pilot Project untuk program tersebut. "Untuk Pilot Project pemerintah cukup mengeluarkan Rp50 miliar untuk menghasilkan energi paling tidak 1 MW. Jangan dilihat nilai Rp50 miliar tapi impact dari Pilot Project ini tentunya akan menghasilkan uang lebih dari itu dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
32 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
9 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved