BBM tidak naik, RI bisa seperti Yunani
Minggu, 25 Maret 2012 - 14:31 WIB
BBM tidak naik, RI bisa seperti Yunani
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Biro Perimbangan Keuangan Daerah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Muhammad Husni Thamrin menekankan, siapapun presidennya, dengan kondisi minyak dunia yang tidak terkontrol akan tetap menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya jika tidak dilakukan dengan cepat, kemungkinan akan terjadi defisit yang semakin lebar.
"Siapapun presidennya dengan kondisi seperti ini, akan tetap melakukan hal yang sama. Siapa yang mampu mengontrol harga minyak dunia. Apakah bisa untuk mengatur Iran untuk tidak menutup," ujarnya dalam konferensi pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2012).
Defisit yang semakin lebar, disebabkan karena harus adanya anggaran untuk menutupi angka subsidi. Menurut Thamrin, jika pelebaran defisit itu dibiarkan, maka kemungkinan besar akan terjadi krisis seperti yang terjadi pada Yunani.
"Kalau tidak dinaikan maka defisit kita akan menjadi Rp299 triliun atau menjadi 3,50 persen. Nah itu akan terjadi seperti krisis Yunani. Karena disana, tidak cuma Yunani, negara-negara uni eropa lainnya juga terjadi karena defisit," jelasnya.
Disamping itu, Ketua Pusat Pengembangan Strategi & Kebijakan DPP Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla kembali mengingatkan bahwa penentuan kebijakan kenaikan harga BBM, bukan merupakan keputusan politik.
"Ini bukan merupakan tsunami politik. Harusnya dipandang lurus sebagai masalah ekonomi. Jadi diskusi publik yang terjadi selama ini, sudah diluar kontrol," pungkas Ulil. (bro)
()