Pemerintah harapkan subsidi energi Rp225 T
Minggu, 25 Maret 2012 - 19:51 WIB
Pemerintah harapkan subsidi energi Rp225 T
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, dari dua opsi yang tersedia dalam pembahasan hari ini dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), kecenderungan akan diarahkan ke opsi pertama. Opsi tersebut adalah penyediaan anggaran sebesar Rp225 triliun untuk subsidi energi secara keseluruhan.
"Pemerintah lebih mendukung alternatif pertama yaitu subsidi Bhaan Bakar Minyak (BBM) meningkat Rp123 triliun ke Rp137 triliun, subsidi listrik Rp64,9 triliun ditambah Rp26,6 triliun untuk cadangan energi dan kita ingin ada satu pos kompensasi akibat penyesuaian harga BBM," ujar Agus saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (25/3/2012).
Pos kompensasi yang dimaksudkan Agus, adalah bentuk perhatian yang diberikan ke masyarakat dengan penghasilan terendah. "Karena mereka pada saat penyesuaian yang cukup terpukul dan harus diperhatikan. Jika BBM tidak dikendalikan dan jumlah meningkat diatas Rp200 triliun, BBM bersubsidi selama ini yg menikmati bukan masyarakat terendah tapi menengah keatas. Kita ingin ini ditata, tapi sementara yang penghasilan rendah diberikan kompensasi yang jumlahnya kurang lebih Rp30,6 triliun," jelasnya.
Dengan perhitungan tersebut, Agus menambahkan bahwa sudah termasuk dengan kenaikan Rp1500 dan penjagaan defisit di 2,23 persen dapat terlaksana. Kenaikan harga BBM yang terikat di pasal 7 ayat 6 APBN 2012, akan diupayakan Agus untuk dihapuskan mengingat resiko yang terlalu besar jika kedepannya harga minyak dunia melonjak semakin tinggi.
"Jangan pemerintah diikat dengan pasal 7 ayat 6 karena kalau pemerintah tidak bisa menyesuaikan harga bbm, posisi defisit anggaran kita melampui 2,6 persen ditambah APBD 0,5 persen itu jadi melebihi 3 persen. Tetapi nanti pemerintah yang akan lihat apakah perlu disesuaikan atau tidak. jangan sampai harga BBM naik tinggi, kita tidak bisa melakukan apa-apa dan terpaksa membayar terus BBM bersubsidi begitu besarnya dan terpaksa menggerus anggaran kita," paparnya.
Sebelumnya, Dalam rangka mempercepat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012, pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) hari ini, Minggu (25/3/2012) kembali menggelar rapat setelah diskorsing dari jam 04.00 subuh tadi. Pembahasan kali ini akan difokuskan pada subsidi BBM dan listrik. (bro)
()