3 bank BUMN kucuri Pelindo I Rp5,12 T

Senin, 26 Maret 2012 - 18:02 WIB
3 bank BUMN kucuri Pelindo...
3 bank BUMN kucuri Pelindo I Rp5,12 T
A A A
Sindonews.com - Tiga Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan fasilitas pinjaman kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I senilai Rp5,12 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan proyek perseroan yang masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I Bambang E Cahyana mengatakan, ada empat proyek perseroan yang masuk dalam program MPE3I. Adapun, total investasi keempat proyek tersebut sebesar Rp6,4 triliun. “Pendanaan proyek itu sebagian besar dari konsorsium bank,” kata dia di Jakarta, Senin (26/3/2012).

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, sumber pendanaan dari internal perseroan untuk pembangunan proyek MP3EI tersebut sekitar 20 persen dari total investasi atau sekira Rp1,28 triliun. Sedangkan sisanya sebesar Rp5,12 triliun didanai dari PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Sementara itu, proyek Pelindo I yang akan dikerjakan, yakni perluasan pelabuhan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Dumai, Riau sepanjang 400 meter. Saat ini, pembangunan pelabuhan dengan nilai investasi sebesar Rp180 miliar masih dalam tahap konstruksi oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan ditargetkan beroperasi pada Agustus 2012.

Proyek berikutnya adalah perluasan pelabuhan di Belawan, Medan, Sumut Utara sepanjang 700 meter untuk terminal peti kemas. “Saat ini dalam proses pengesahan masterplan di Kementerian Perhubungan dan diperkirakan kita terima pada pertengahan April 2012,” ujar Bambang.

Setelahnya akan dilakukan tender untuk konstruksinya. Dia menargetkan peletakan batu pertama pembangunan proyek senilai USD300 juta atau setara Rp2,76 triliun bisa dilaksanakan pada kuartal IV tahun ini, dengan target selesai pada pertengahan 2015.

Sementara itu, proyek ketiga adalah pembangunan pelabuhan CPO di Kuala Tanjung, Medan, Sumatera Utara. Di Kuala Tanjung, Bambang menjelaskan, akan dibangun terminal senilai Rp566 miliar dan peti kemas dengan nilai investasi sebesar Rp1,5 triliun.

Proyek keempat adalah kerja sama dengan BP Batam dan WIKA untuk pembangunan peti kemas senilai USD150 juta atau setara Rp1,38 triliun. Kontruksi dilakukan pada awal tahun depan dan ditargetkan selesai pada 2015. “Tapi kita prioritaskan pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung selesai pada 2014,” tandas Bambang.

Untuk proyek Belawan dan Kuala Tanjung, Bambang menambahkan, akan mengandeng BUMN karya untuk menanamkan sahamnya di proyek tersebut. Selain itu, Pelindo I juga berencana mengandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III.

Sementara untuk belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini dialokasikan sebesar Rp600 miliar. “Dari capex tersebut, sebesar Rp200 miliar dari internal dan Rp400 miliar dari pinjaman perbankan,” ungkap Bambang.

Belanja modal tersebut tidak termasuk dalam pembiayaan empat proyek tersebut. Adapun belanja modal, di antaranya dialokasikan untuk perbaikan pelabuhan Belawan dan beli peralatan untuk peningkatan terminal. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved