Penangkaran jagung Bantaeng digelontori Rp2 M

Selasa, 27 Maret 2012 - 12:12 WIB
Penangkaran jagung Bantaeng...
Penangkaran jagung Bantaeng digelontori Rp2 M
A A A
Sindonews.com - Petani jagung di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan memperoleh dana Rp2 miliar untuk pengembangan penangkaran jagung di wilayah kerjanya dari Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng H Bakhtiar Karim, dana sebanyak itu dipersiapkan membeli hasil penangkaran. Selain petani jagung, Diskop dan UKM Bantaeng juga mempersiapkan dana untuk penangkaran padi gogo dengan harga yang lebih baik dibandingkan harga pasaran umum.

“Melalui kesiapan ini, petani yang melakukan penangkaran diharapkan semakin bergairah karena produksinya akan dipastikan dibeli,” jelas Bakhtiar, Selasa (27/3/2012).

Hal tersebut memang sengaja dilakukan, untuk mewujudkan Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten Benih Berbasis Teknologi (KBBT). Menurutnya, mekanisme pembelian jagung akan dilakukan melalui Koperasi Unit Desa (KUD) dan dikerjasamakan dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Melalui lembaga tersebut, kata Bakhtiar, produksi petani diharapkan terserap dengan baik.

“Keuntungan dari KUD tersebut diwajibkan disetor 40 persen untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD),” papar dia.

Pada tahap awal, lanjut dia sudah tiga KUD yang siap masing-masing KUD Bonto Manai, Arnas dan Koperasi Petani Kapas. Untuk mencegah terjadinya tumpang tindih penyerapan produksi, masing-masing KUD akan disesuaikan dengan lahan yang ada di wilayahnya (luas hamparan dan produksi).

Pengembangan penangkaran yang dilakukan petani selama ini dibantu tim ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Balittan Maros. Hasilnya, rata-rata produksi mencapai 6-7 ton per hektare.

Dari jumlah tersebut diperkirakan 50 hingga 70 persen produksi yang bisa menjadi bibit unggul untuk menunjang daerah ini menjadi Kabupaten Benih Berbasis Teknologi. Ketiga KUD tersebut, ujarnya lagi memiliki fasilitas lantai jemur, gudang dan fasilitas kendaraan sehingga lebih memudahkan penyerapan produksi maupun penjemurannya.

Dari pengamatan di lapangan, jagung hasil penangkaran yang dilakukan kelompok tani memiliki tongkol yang lebih baik. Pada bibit biasa hanya memiliki 10 baris dengan maksimal 27 biji per baris. Sedang produksi kelompok tani yang dibina langsung Dinas Pertanian memiliki 14 baris dengan jumlah biji yang mencapai 33 biji per baris.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
29 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Rusia Aktifkan Kembali...
Rusia Aktifkan Kembali Pesawat Pengintai M-55 Geophysica
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved