5 agenda strategis saran Indef

Rabu, 28 Maret 2012 - 12:47 WIB
5 agenda strategis saran...
5 agenda strategis saran Indef
A A A
Sindonews.com - Keputusan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang masih belum dapat dipastikan, namun Indef menyatakan bahwa keputusan kenaikan BBM sudah pasti akan dilakukan pemerintah. Maka dari itu Indef menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan 5 agenda strategis sebelum kenaikan harga BBM terjadi.

"Pertama, politik fiskal harus menunjukkan pemihakan kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan birokrasi, pembayaran utang dan fasilitasi korupsi," ucap Pengamat Ekonomi Indef, Ahmad Erani Yustika dalam konferensi pers, di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Sealanjutnya ia menambahkan yang mesti dilakukan adalah, reformasi agraria yang sudah dicanangkan sejak 4 tahun lalu. "Ini harus dilaksanakan dan dituntaskan sehingga rata-rata luas lahan rumah tangga petani menjadi 2 hektar," tuturnya.

Selanjutnya struktur tenaga kerja harus diupayakan menjadi pekerja formal sekitar 75 persen dan sisanya pekerja informal dengan jalan menumbuhkan sektor pertanian dan industri dan pelaku Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM).

"Terus ada moratorium pembangunan pasar modern dan mendongkrak atau memperkuat pelaku pasar tradisional," tambahnya.

Kelima adalah mengembalikan penguasaan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) kepada negara dari swasta asing. Serta domestik diberikan peran maksimal 20 persen. Pengembangan energi alternatif telah dijalankan dan infrastruktur BBG sudah memadai.

Dia juga menjelaskan kenaikan harga BBM memang belum dipastikan, karena masih menunggu ketukan palu dari sidang paripurna DPR RI pada Kamis 29 maret depan.

Akan tetapi dengan kesepakatan antara Pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI terkait dengan postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2012, maka kecil kemungkinan kebijakan tersebut tidak terealisasi. "Dengan kesepakatan tersebut berarti pemerintah memiliki ruang untuk menaikkan harga BBM," ungkapnya.

Secara tegas, Ahmad menyatakan bahwa Indef menolak kenaikan harga BBM yang terjadi saat ini. Penolakan tersebut dikarenakan, secara umum APBN masih tidak dalam kondisi stabil dan ada beberapa hal yang mesti diselesaikan. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
25 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved