XL dapat pinjaman Rp3 T dari BCA

Rabu, 28 Maret 2012 - 18:15 WIB
XL dapat pinjaman Rp3...
XL dapat pinjaman Rp3 T dari BCA
A A A
Sindonews.com - PT XL Axiata Tbk (EXCL) memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp3 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dana pinjaman tersebut akan digunakan perseroan untuk membiayai sebagian belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini dan pembiayaan kembali (refinancing) utang yang akan jatuh tempo.

Presiden Direktur Utama XL Axiata Hasnul Suhaimi mengatakan, bunga pinjaman dari BCA tersebut sesuai dengan standar di pasar. "Dana pinjaman akan digunakan untuk capex dan refinancing utang," kata dia di Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Disingung mengenai porsi alokasi untuk belanja modal dan refinancing utang, Hasnul mengaku, belum ditentukan saat ini. Menurut dia, porsi penggunaan akan diperhitungkan pada saat akan digunakan. Kendati demikian, dia menegaskan, sebagian dari fasilitas pinjaman tersebut akan dicairkan pada bulan ini dan sisanya bertahap pada kuartal II dan III tahun ini.

Penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman senilai Rp3 triliun dengan PT BCA Tbk telah dilaksanakan pada 26 Maret 2012. Adapun, jangka waktu dari fasilitas pinjaman tersebut selama lima tahun, terhitung sejak tanggal penarikan terakhir. Fasilitas pinjaman tersebut merupakan reaisasi dari persetujuan yang diberikan Dewan Komisaris XL Axiata pada awal September tahun lalu.

Sementara itu, perseroan pada tahun ini memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp3,8 triliun. Hasnul menuturkan, total utang jatuh tempo tersebut termasuk obligasi yang akan jatuh tempo pada bulan depan. Adapun, obligasi perseroan yang jatuh tempo pada April 2012 adalah Obligasi II/2007 senilai Rp1,5 triliun. Untuk pembayaran utang yang jatuh tempo tersebut, perseroan akan menggunakan pendanaan dari kas internal maupun pinjaman perbankan.

Untuk pembiayaan obligasi yang jatuh tempo, perseroan sudah memperoleh pinjaman senilai Rp1 triliun dari Bank Mandiri pada kuartal IV tahun lalu. Sementara itu, sisanya sekitar Rp500 miliar dari kas internal perusahaan. Hasnul menjelaskan, alasan perseroan memilih pinjaman perbankan dari pada menerbitkan obligasi baru lantaran lebih fleksibel.

Selain utang obligasi perseroan yang jatuh, Hasnul menambahkan, utang lainnya berasal dari pinjaman perbankan. Adapun, pinjaman perbankan yang akan jatuh tempo mencapai Rp2,3 triliun, yang berasal dari perbankan lokal maupun luar negeri, salah satunya dari Bank Mandiri Tbk.

Pinjaman perbankan perseroan yang jatuh tempo tersebut dalam denominasi rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). Adapun, utang dalam denominasi dolar Amerika Serikat mencapai USD136 juta atau setara Rp1,2 triliun. Perseroan menegaskan, akan melunasi seluruh utang perusahaan yang jatuh tempo pada tahun ini.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
35 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved