BBM batal naik, BSM tetap cair

Senin, 02 April 2012 - 08:46 WIB
BBM batal naik, BSM...
BBM batal naik, BSM tetap cair
A A A
Sindonews.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap akan memberikan bantuan siswa miskin (BSM), meskipun kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ditunda.

Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, BSM tetap diberikan karena sudah tercantum dalam komponen pembiayaan di APBN Perubahan 2012. Besarannya juga tetap yakni unit cost pada satuan pendidikan SD, naik dari yang semula Rp360 ribu menjadi Rp460 ribu. Kemudian satuan pendidikan SMP naik dari Rp580 ribu menjadi Rp700 ribu, sedangkan kenaikan terbesar terdapat pada satuan pendidikan SMA dan sederajat, yakni dari Rp700 ribu menjadi Rp1 juta per orang per tahun.

Menurut M Nuh, BSM ini memang tidak dapat disamakan dengan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) yang hanya bertahan enam bulan. BSM merupakan beasiswa yang akan melekat hingga siswa itu lulus sekolah. Dia menjelaskan, BSM ini pun dapat diberikan berjenjang kepada siswa mulai dari SD hingga SMA. ”Ada tidak ada kenaikan BBM,BSM ini tetap ada di APBNP dan akan tetap diberikan ke siswa yang membutuhkan,” katanya usai meresmikan renovasi SDN Babakan Madang 01, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Meski demikian, ujar Nuh, penundaan kenaikan BBM ini memang berdampak pada perluasan cakupan siswa yang menerima BSM. Saat ini Kemendikbud telah menetapkan tiga juta siswa menerima BSM,sementara cakupan yang baru masih menunggu proses selanjutnya. ”Cakupan baru masih wait and see. Kita lihat lagi pada tahun ajaran baru di Juni-Juli nanti,” ungkap mantan menkominfo ini.

Mendikbud menambahkan, untuk meningkatkan angka partisipasikasar( APK) ditingkat sekolah menengah dan dasar, Kemendikbud juga mencanangkan program pendidikan universal atau pendidikan gratis hingga SMA. Pemerintah akan menyiapkan anggaran Rp20–25 triliun, dimana Rp15 triliun diantaranya digunakan untuk bantuan operasional. Anggaran terbesar dipakai untuk membangun kelas dan guru.

”Pemerintah sadar bahwa program wajib belajar merupakan investasi manusia untuk jangka panjang,”tandas mantan rektor ITS ini. Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo saat dihubungi menyatakan kenaikan unit cost BSM merupakan keharusan, seiring dengan naiknya anggaran untuk pendidikan setiap tahun. Bahkan seharusnya tidak hanya sebagian, namun seluruh siswa semestinya dibiayai negara.

Terlepas dari rencana kenaikan BSM,Sulistiyo meminta pemerintah segera membenahi sistem penyaluran dana ke daerah. Selain diduga banyak yang diselewengkan, juga mengalami keterlambatan. ”Dari penyaluran dana BOS, DAK, tunjangan profesi, subsidi tunjangan fungsional bagi guru PNS dan non-PNS sering mengalami keterlambatan sehingga mengganggu pelaksanaan pendidikan di sekolah,”tandas anggota Komite III DPD ini.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
50 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved