Inflasi Maret capai 0,07%

Senin, 02 April 2012 - 11:58 WIB
Inflasi Maret capai...
Inflasi Maret capai 0,07%
A A A


Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) umumkan inflasi untuk bulan maret 2012 mencapai 0,07 persen, dimana ada kenaikan secara Year on Year (YoY) sebesar 3,97 persen.

"Jika dilihat kepada dua tahun lalu, maka dua tahun berturut-turut sebenarnya terjadi deflasi. Jadi ada kenaikan dari tahun 2011 dan 2010. Tapi kalau dilihat sebelumnya, maka memang masih rendah," ungkap Kepala BPS Pusat Suryamin, di kantornya, Pasar Baru, Jakarta, Senin (2/4/2012).

Adapun dua kota tertinggi yang menopang inflasi adalah Ambon dan Manado, dimana dari 34 kota yang terjadi inflasi, dua kota tersebut masing-masing 1,33 persen dan 1,12 persen. Kota dengan inflasi terendah adalah Malang dengan 0,01 persen.

"Sedangkan ada 32 kota di Indonesia yang terjadi deflasi. Dan Jayapura dengan deflasi tertinggi sebesar 1,44 persen," tambahnya.

Suryamin melanjutkan, penyebab inflasi naik adalah kenaikan harga cabe rawit karena kurangnya pasokan distribusi di 46 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 66 kota IHK. "Kota Kediri 86 persen dan Gorontalo 84 persen merupakan kota dengan kenaikan harga cabe rawit tertinggi. Selanjutnya kota lain, kenaikan dari 10-75 persen," jelasnya.

Kemudian harga cabe merah dengan kondisi kurangnya pasokan di 57 kota IHK. Kenaikan tertinggi di Kota Denpasar sebesar 68 persen dan Kediri 66 persen. Kota lainnya adalah naik dikisaran 10-50 persen. Selain itu adalah kenaikan rokok kretek filter karena kenaikan cukai. Dari 33 kota IHK, Tanggerang 6 persen dan Padang 5 persen adalah kota dengan kenaikan tertinggi.

Pada faktor penghambat inflasi, Beras merupakan faktor utama. Karena masih dalam kondisi panen, sehingga ada penurunan di 44 kota IHK dengan Serang dan Sukabumi sebagai dua kota tertinggi. Kemudian Daging Ayam Beras dengan penurunan di 56 kota IHK dengan Samarinda 33 persen dan Tarakan 12 persen sebagai dua kota tertinggi.

"Telur ayam beras ada penurunan harga di 56 kota IHK. Dua kota tertinggi adalah Kediri dan Pare-pare dimana masing-masing 9 persen. Kemudian Tomat Sayur yang pasokannya banyak di 44 kota IHK dengan Mataram 47 persen dan Manokwari 44 persen," paparnya.

Dia menambahkan, komponen inti sebesar 0,20 persen dimana secara YoY naik sebesar 4,25 persen. Kemudian harga yang diatur pemerintah 0,24 persen dengan kenaikan secara yoy sebesar 2,92 persen. "Untuk komoditas bergejolak kali ini sebesar 0,44 persen. Jika dilihat secara YoY sebesar 4,45 persen," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved