Akademisi & Pemda diminta proaktif kembangkan transmigrasi

Selasa, 03 April 2012 - 09:21 WIB
Akademisi & Pemda diminta...
Akademisi & Pemda diminta proaktif kembangkan transmigrasi
A A A
Sindonews.com - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) terus melakukan pengembangan kawasan transmigrasi di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk pengembangan kawasan transmigrasi ini, Kemenakertrans melibatkan kalangan akademisi/universitas dan pemerintah daerah.

“Akademisi/universitas dan pemda diminta bantuan melakukan penelitian dan pengembangan kawasan transmigrasi yang memenuhi kriteria, layak huni, layak usaha, layak berkembang dan layak lingkungan. Mengembangkan dan menciptakan teknologi tepat guna membangun dan memfasilitasi sistem informasi dan manajeman," kata Muhaimin di kantor Kemenakertrans, di Jakarta, kemarin.

Muhaimin mengatakan, paradigma baru transmigrasi menjadi prasyarat dalam mewujudkan pusat pertumbuhan baru dan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi yang telah ada, sehingga pada akhirnya akan mampu menanggulangi kemiskinan dan mengatasi pengangguran.

Untuk menjamin kualitas calon transmigran, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan pengetatan seleksi, agar siap memulai kehidupan baru secara mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Pelaksanaan program transmigrasi tidak lagi mengutamakan besarnya jumlah penempatan transmigran, melainkan lebih ditekankan pada kualitas dan kapasitas calon transmigran beserta keluarganya," jelasnya.

Pada tahun 2011, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah berhasil menempatkan sebanyak 8.392 kepala Keluarga (KK) transmigran, sedangkan tahun 2012 diproyeksikan 9.500 KK transmigran akan difasilitasi untuk ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.

"Calon transmigran harus dipersiapkan secara matang sehingga memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, sikap mental, berdaya saing, maju dan mandiri sehingga bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik," ujar Muhaimin.

Selain itu, lanjutnya, model-model pelatihan bagi para transmigran, disesuaikan dengan potensi alam yang ada di kawasan transmigrasi.

"Ini diharapkan dapat memudahkan para transmigran untuk mencari nafkah dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Kembangkan...
Pakistan Kembangkan Rudal yang Bisa Menyerang hingga AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved