RI bidik Afrika jadi pasar ekspor

Kamis, 05 April 2012 - 09:21 WIB
RI bidik Afrika jadi...
RI bidik Afrika jadi pasar ekspor
A A A
Sindonews.com - Pemerintah mulai fokus pada kerja sama perdagangan dengan Afrika Selatan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki negara tersebut secara maksimal sebagai pasar produk-produk Indonesia.

Dalam rangka memperkuat kerja sama tersebut ,Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali mengadakan misi perdagangan ke dua kota besar di Afrika Selatan, yaitu Cape Town dan Durban.

Kegiatan misi perdagangan yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi ini disertai oleh sejumlah delegasi bisnis Indonesia, antara lain KamarDagang dan Industri Indonesia Komite Afrika, Indonesia Eximbank, PT Aneka Coffee Industry, Asia Pulp & Paper, PT Gajah Tunggal Tbk ,PT Garudafood Putra Putri Jaya, PT Prasidha Aneka Niaga Tbk, dan PT Sandratex.

Misi dagang kedua ini merupakan kelanjutan dari misi dagang pertama ke Afrika Selatan yang dilakukan 1–2 Desember tahun lalu di Kota Johannesburg, Afrika Selatan. “Misi dagang yang kedua ini akan diikuti delapan perusahaan yang ikut dalam misi pertama, ditambah 14 perusahaan lagi,” kata Bayu dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, kemarin.

Bayu mengatakan, Afrika Selatan dipilih menjadi tujuan misi dagang karena wilayah ini memiliki potensi yang besar. Pendapatan domestik bruto (PDB) negara yang tergabung dalam blok ekonomi Southern Africa Development Community (SADC) ini tercatat sebesar USD366,2 miliar, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 3,2 persen dan PDB per kapita sebesar USD7.249 dan USD10.881.

Selain itu, Afrika Selatan memiliki jumlah penduduk yang cukup besar,yaitu sebesar 48 juta orang dengan daya beli yang cukup tinggi. Situasi politik dan keamanan di negara tersebut juga relatif stabil.

Wamendag menuturkan bahwa Afrika Selatan potensial sebagai pintu masuk kegiatan ekspor dan jasa Indonesia ke pasar-pasar lainnya di kawasan Afrika, yakni melalui kerja sama perdagangan bebas SADC yang beranggotakan 15 negara dengan total populasi 258 juta jiwa dan PDB USD471 miliar, serta South African Custom Union (SACU) yang beranggotakan lima negara di kawasan Afrika Selatan dengan populasi 57 juta dan PDB sebesar USD535 miliar.

Bayu mengatakan, pada 2011 nilai ekspor Indonesia ke Afrika Selatan mencapai sebesar USD1,44 miliar atau naik 111 persen dibandingkan tahun 2010. Sementara, impornya sebesar USD705,7 juta, hingga Indonesia mengalami surplus sebesar USD730,8 juta.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Gusmardi Bustami menambahkan, produk Indonesia yang potensial dipasarkan di kawasan Afrika antara lain minyak sawit; karet; kendaraan dan suku cadangnya; teh; kopi; kakao; kertas; kulit; kelapa kopra; tekstil dan produk tekstil (TPT); alas kaki; furnitur; kerajinan tangan; obat-obatan; produk kesehatan; produk perawatan bayi; dan produk makanan minuman. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
29 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
53 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
59 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved