Investasi reksa dana pasar uang menjanjikan

Senin, 09 April 2012 - 09:05 WIB
Investasi reksa dana...
Investasi reksa dana pasar uang menjanjikan
A A A
Sindonews.com – Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara tiba-tiba bisa menjadi sentimen negatif terhadap bursa.Kondisi tersebut juga akan memberi korelasi negatif terhadap pertumbuhan reksa dana saham.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, investor disarankan untuk berinvestasi di reksa dana pasar uang atau dana tunai. Analis Riset PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, dengan ditundanya kenaikan harga BBM bersubsidi dan adanya tambahan pasal baru, pemerintah bisa menaikkan harga BBM bersubsidi kapan saja. “Sesuatu yang sifatnya tiba-tiba ini biasanya membuat pasar bereaksi secara ekstrem,” kata dia kepada SINDO kemarin.

Selain itu, ungkap dia, kondisi tersebut akan menjadi sentimennegatifbagiinvestorasing yang ingin berinvestasi di dalam negeri. Pasalnya, kenaikan harga BBM bersubsidi yang bisa terjadi sewaktu-waktu ditakutkan bisa menyebabkan terjadinya pelambatan pembangunan infrastruktur karena anggaran yang sudah disusun sebelumnya menggunakan asumsi harga BBM bersubsidi yang sudah dinaikkan.

Edbert melanjutkan, kendati dalam jangka pendek kenaikan harga BBM bersubsidi akan memberi pengaruh terhadap industri reksa dana saham, laporan keuangan emiten pada akhir tahun lalu dan kuartal I tahun ini yang sebagian besar positif, diperkirakan bisa menjadi katalis positif pasar bursa dan reksa dana, terutama saham. Karena itu,dia menyarankan kepada kalangan investor untuk berhati-hati ketika melakukan transaksi dalam jangka pendek.

Sedangkan jangka panjang, ungkap dia, pasar bursa maupun reksa dana masih memiliki potensi tumbuh. Senada dengannya,Presiden Direktur BNP Paribas Investment Partners Vivian Secakusuma berpendapat pertumbuhan reksadana saham pada tahun ini masih dipengaruhi oleh faktor domestik, seperti dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Namun faktor eksternal, seperti dampak pelambatan perekonomian China dan potensi perbaikan perekonomian negara adikuasa, juga akan memberi pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. “Industri reksa dana secara keseluruhan dapat tumbuh sebesar 15 persen dari posisi akhir 2011,”ujar dia.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
3 menit yang lalu
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
1 jam yang lalu
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
1 jam yang lalu
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
1 jam yang lalu
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
2 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved