Stabilitas harga kendala hortikultura

Selasa, 10 April 2012 - 09:17 WIB
Stabilitas harga kendala...
Stabilitas harga kendala hortikultura
A A A
Sindonews.com - Stabilitas harga masih menjadi kendala dalam pengembangan sektor hortikultura agar mampu bersaing dengan produk impor. Karena itu, petani hortikultura dinilai masih membutuhkan dukungan pemerintah, terutama untuk menjamin stabilitas harga mulai panen sampai masuk ke pasar.

”Harga produk hortikultura Indonesia masih sangat tergantung kepada kondisi pasokan di pasar. Akibatnya, saat panen harga bisa jatuh. Tapi kalau produksi kurang, harga naik,” kata Ketua Umum Asosiasi Perbenihan Hortikultura Indonesia (Hortindo) Afrizal Gindow di Jakarta kemarin.

Afrizal mengatakan, pemerintah perlu memberikan dukungan agar petani menguasai teknologi yang memungkinkan pengiriman produk hortikultura tetap segar dari kebun sampai ke pasar, serta memiliki sistem penyimpanan yang memungkinkan produk lebih tahan lama.

Afrizal mengatakan, kinerja perusahaan- perusahaan benih Indonesia justru lebih mampu bersaing dengan benih impor yang sulit dipertanggungjawabkan.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved