Pajak restoran di objek wisata Boyolali terlalu tinggi

Rabu, 11 April 2012 - 11:49 WIB
Pajak restoran di objek...
Pajak restoran di objek wisata Boyolali terlalu tinggi
A A A
Sindonews.com – Besaran pajak restoran dikeluhkan pengusaha restoran dan pancingan di objek wisata Tlatar, Boyolali. Pajak yang mencapai 10 persen dari setiap makanan yang dijual, membuat harga menu yang disediakan menjadi mahal.

Menurut salah satu pengelola rumah makan Tlatar, Baidi, besaran pajak 10 persen dinilai terlalu tinggi. Akibatnya, jumlah pengunjung yang datang semakin menurun karena harga makanan menjadi tinggi. Jika terus dibiarkan, para pengusaha kuliner di objek wisata yang terletak di Desa Kebon Bimo, Kecamatan Boyolali Kota ini menjadi kembang kempis.

”Untuk bertahan, kami hanya mengandalkan lonjakan pengunjung di hari libur,” ujar Baidi kemarin. Agar pembeli tidak lari, pihaknya terpaksa banting harga. Untuk hari biasa, rumah makan yang dikelolanya menghabiskan ikan segar sekitar 30 kilogram per hari.

Saat musim liburan,ikan segar yang dibutuhkan mencapai 100 kilogram per hari. Hasil penjualan itu untuk menutup honor 13 karyawan di hari biasa dan 50 karyawan saat libur. Jenis ikan segar yang disediakan sebagai sajian menu antara lain kakap, nila, lele, bawal, dan gurame. ”Untuk itu, kami berharap pemkab meninjau kembali besaran pajak yang dibebankan.

Sebab,Tlatar merupakan objek wisata yang baru berkembang,”ucapnya. Sariyono, 40, warga setempat menilai daya tarik Tlatar masih sangat kurang. Para pengunjung hanya disuguhi makanan dan kolam renang. ”Dinas terkait hanya menarik retribusi. Belum ada upaya lain yang dapat menarik pengunjung,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boyolali Sugiyanto menilai kondisi objek wisata Tlatar semakin ramai. ”Buktinya, target yang dibebankan dapat terlampaui,” ujarnya. Dengan terpenuhinya target, DPRD menyetujui usulan kenaikan pajak retribusi dari Rp2.000 menjadi Rp2.200. Guna meningkatkan daya tarik, pihaknya akan menggandeng pihak ketiga guna mendatangkan ikan lumbalumba atau permainan air lainnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
25 menit yang lalu
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
47 menit yang lalu
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
1 jam yang lalu
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
1 jam yang lalu
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
4 jam yang lalu
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved