Kelangkaan elpiji 3 Kg merata di Yogya

Kamis, 12 April 2012 - 10:22 WIB
Kelangkaan elpiji 3...
Kelangkaan elpiji 3 Kg merata di Yogya
A A A
Sindonews.com - Kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram (kg) tidak hanya terjadi di Gunungkidul, tapi juga di Kulonprogo dan beberapa daerah perbatasan Kulonprogo-Bantul. Kelangkaan bahan bakar gas ini diduga karena banyak nelayan yang menggunakannya untuk bekal melaut.

Wakil Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY Siswanto mengatakan, secara informal sudah menerima laporan kelangkaan elpiji 3 kg di sejumlah daerah di DIY. Dia mengaku heran dengan kelangkaan yang terjadi mengingat pasokan ke kabupaten/-kota di DIY sudah dianggap mencukupi. “Padahal pasokannya sudah banyak, sekitar 40.000 tabung per hari untuk wilayah DIY,” ucapnya kemarin.

Dia menilai distribusi elpiji 3 kg tersebut besar kecilnya berdasarkan jumlah penduduk di masing-masing kabupaten/ kota. Tertinggi adalah Kabupaten Sleman yang mencapai 18.000 tabung per hari. Kemudian berturut-turut disusul Bantul (14.000 tabung), Kota Yogyakarta (12.000 tabung), Gunungkidul (6.000 tabung), dan Kulonprogo (5.082 tabung). “Logikanya dengan jumlah pasokan sudah mencukupi,” ujarnya.

Menurut Siswanto, kelangkaan yang terjadi di Gunungkidul dan Kulonprogo sebagian besar berada di pesisir selatan DIY. “Jadi diindikasikan, kelangkaan ini karena banyak nelayan yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram sebagai bekal di laut saat menangkap ikan. Dugaan sementara kami seperti itu,” ucapnya.

Pada prinsipnya, Hiswana Migas DIY sangat siap menambah pasokan ke sejumlah daerah yang mengalami kelangkaan. Namun, prosedurnya harus jelas, yakni kabupaten/kota melalui masing-masing Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengajukan secara resmi penambangan pasokan.

“Mau tambah atau tidak, tergantung masing-masing kabupaten/ kota. Kita siap melayaninya kalau ada pengajuan penambahan pasokan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Siswanto mengatakan, pekan ini akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan se-DIY untuk membahas kelangkaan ini. Supardi, 50, nelayan asal Desa Bugel, Kecamatan Panjatan mengakui, para nelayan membutuhkan gas elpiji sebagai bekal mencari ikan di laut. Bahan bakar tersebut lebih praktis dibanding yang lain.

“Tetapi jumlahnya (tabung 3 kg) sedikit, 1 tabung saja bisa untuk berhari-hari. Saya tidak percaya kelangkaan gas karena nelayan menggunakan gas 3 kg untuk bekal melaut,” ucapnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
3 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
3 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
4 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
4 jam yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
4 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved