Pemerintah giatkan hilirisasi CPO

Kamis, 12 April 2012 - 17:05 WIB
Pemerintah giatkan hilirisasi...
Pemerintah giatkan hilirisasi CPO
A A A
Sindonews.com - Pemerintah mendorong pengusaha kelapa sawit untuk memanfaatkan hilirisasi minyak sawit atau CPO sebagai upaya memanfaatkan market domestik. Hilirisasi akan memperbesar pemanfaatan produksi CPO untuk kepentingan dalam negeri ketimbang memenuhi pasar ekspor.

"Market CPO di pasar domestik masih cukup besar, peluang ini semestinya dimanfaatkan pengusaha sawit untuk memaksimalkan hilirisasi," jelas Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa seusai membuka Rakornas Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Trans Luxury Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (12/4/2012).

Upaya tersebut, lanjut dia, akan sejalan dengan rencana memperbesar pemanfaatan CPO untuk kebutuhan dalam negeri. Di mana, dari total produksi CPO dalam negeri sebesar 23,5 juta ton pada 2011, sekitar 16,5 juta ton atau 70 persen untuk kebutuhan ekspor. Posisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar kedua pengekspor CPO dunia.

Sayangnya, ekspor CPO dalam negeri masih sering ditekan oleh berbagai isu soal standar CPO dan isu lingkungan. Namun demikian, Hatta menganggap, merebaknya sejumlah isu CPO yang dihembuskan sejumlah negara tidak berdasar. Bahkan ada upaya penyelenggaraan perdagangan CPO yang kurang fair.

"Tuduhan Amerika bahwa CPO kita dengan emisi melebihi batas, ternyata penelitian menunjukkan itu tidak betul. Termasuk yang katakan kita merusak lingkungan, itu tidak benar. Kita seolah diperlakukan tidak adil," jelas dia.

Dia berharap, tidak ada lagi diskriminasi terhadap CPO Indonesia. Pemerintah, lanjut dia, akan melakukan upaya bilateral untuk mengatasi masalah tersebut. Termasuk, akan mengupayakan agar harga ekspor CPO bisa lebih tinggi dari harga jual saat ini. Serta, kedepannya produksi CPO tidak terganggu oleh berbagai permasalahan di dalam dan tekanan dagang CPO di pasar dunia.

Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan produksi CPO nasional dengan memperluas areal lahan sawit di sejumlah daerah di Indonesia. Saat ini, dari sekitar 9,8 juta hektare lahan yang bisa dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit, baru sekitar 8,1 juta hektare lahan yang telah dimanfaatkan.

Namun demikian, pemerintah berharap kalangan pengusaha sawit mentaati aturan pembukaan lahan baru seperti yang tertuang dalam Impres Moratorium Kelapa Sawit. “Impres Moratorium Kelapa Sawit sudah cukup jelas. Lahan sawit tidak boleh dibuka pada lahan gambut dan hutan primer. Artinya, di luar itu, pengusaha dan petani sawit bisa mengembangkan usahanya,” jelas dia. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
52 menit yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
2 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
4 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
4 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
5 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
7 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved