Bank asing bisa kuasai sektor perkebunan

Jum'at, 13 April 2012 - 10:34 WIB
Bank asing bisa kuasai...
Bank asing bisa kuasai sektor perkebunan
A A A
Sindonews.com - Serbuan bank asing yang masuk ke Indonesia, mulai mengakuisisi hingga melakukan pembiayaan pada sektor perkebunan, membuat perbankan lokal khawatir. Kantor Bank Indonesia (KBI) Palembang mengimbau perbankan lokal untuk siap dalam menghadapi persaingan bisnis yang kian kompetitif.

Pemimpin Bank Indonesia Sutikno melalui Kepala Bidang Pengawasan Bank KBI cabang Palembang Achmad Dari menegaskan, pihaknya tidak bisa membatasi pergerakan atau membuat semacam aturan agar bank asing tidak boleh membiayai pada sektor tertentu.

“Pada prinsipnya, bank asing harus mengikuti semua aturan dan ketentuan yang ditetapkan BI. Jika riil di lapangan mereka (bank asing) ingin fokus pada pembiayaan perkebunan, infrastruktur, pertambangan, dan lain-lain itu merupakan hak mereka, ” ujarnya.

Tren masyarakat pun dalam memilih perbankan juga akan melihat dari tingkat suku bunga yang diberlakukan. Di samping itu, kata dia, masyarakat juga akan melihat kapabilitas dari bank bersangkutan, sebelum memutuskan untuk meminjam kredit atau menjadi debitur.

“Kalau urusan kredit, biasanya masyarakat akan melihat bunganya. Memang bunga yang diberlakukan bank asing jauh lebih kompetitif dibandingkan bank lokal. Tapi, itu semua kembali kepada masyarakat sendiri, dengan melihat kapabilitas bank itu,” ungkap dia.

Dia tidak menampik akan sulitnya perbankan Indonesia untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Ada beberapa faktor yang menjadi kendala, di antaranya standar atau regulasi di luar negeri yang sangat rumit hingga belum terpenuhinya semua syarat sesuai standar yang ditetapkan di luar negeri.

Sementara itu, Head of Bussines Banking BNI Region Palembang Rudi Hardjito membenarkan, saat ini sejumlah perbankan di Indonesia sulit melakukan ekspansi di luar negeri, termasuk membuka outlet saja.

“Alhamdulillah, untuk BNI sudah memiliki cabang di beberapa kota besar, seperti London dan Hong Kong. Bahkan, kami akan ekspansi ke Malaysia. Kami akui memang untuk ekspansi itu tidak mudah karena regulasinya sangat ketat,” ujar Rudi.

Berbeda di Indonesia, kata dia, sekarang ini sejumlah perbankan asing sudah mulai merambah pada pasar yang sudah berjalan. Ini dilakukan guna menghindarkan risiko tinggi terjadi. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved