RI-Kazakhstan bidik kerjasama CPO & minyak

Jum'at, 13 April 2012 - 13:59 WIB
RI-Kazakhstan bidik...
RI-Kazakhstan bidik kerjasama CPO & minyak
A A A
Sindonews.com - Bertepatan dengan kunjungan Presiden Kazakhstan ke Istana Presiden RI sore ini, pemerintah Indonesia berencana akan melakukan kerjasama dengan pemerintah Kazakhstan di bidang perdagangan dan investasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dalam pertemuan antara delegasi Kazakhstan dan Menteri ESDM, Wakil Menteri BUMN serta Menteri Perindustrian yang digelar hari ini mengatakan bahwa kerjasama ini akan menguntungkan Indonesia.

"Kita mengadakan pembicaraan dan bicara tentang hubungan perdagangan, investasi, dan dari beberapa pembicaraan tersebut Kazakhstan memberi peluang yang sangat besar," jelasnya saat ditemui usai bertemu dengan delegasi Kazakhstan, di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (13/4/2012).

Salah satu investasi besar, Hatta mengungkapkan adalah investasi ladang minyak di Khazakstan, palm oil, dan industri hilir untuk di Indonesia.

Hatta menjelaskan, selain potensi sumber minyak yang ada di negara itu, Kazakhstan juga memiliki potensi besar di bisnis pengolahan minyak sawit, kapas, ban dan gandum. Bahkan, untuk gandum, Hatta menyebut kandungan protein gandum negara itu memiliki potensi protein terbesar, hingga 25 persen.

"Kita nanti tim pemerintah dalam hal ini menko perekonomian dan perindustrian akan berkunjung Mei untuk merealisasikan," lanjut mantan menristek ini.

Terkait produksi ban, Hatta menyebut bahwa produksi ban bisa diproduksi di Indonesia untuk kemudian diproduksi menjadi ban pesawat terbang yang diolah PT DI dan perusahaan dari Kazakhastan. "Bekerja sama membuat N219, akan kita kembangkan," tambah dia.

"Kita juga mengajak kerjasama di kapas dan juga gandum. Presiden Kazakhstan sangat welcome untuk itu dan mengharap kunjungan kita nanti," paparnya.

Hatta juga menambahkan, nantinya akan ada pembentukan joint bisnis. Walaupun sebelumnya telah memiliki bisnis forum antara dua pengusaha akan tetapi usulan akan ditingkatkan menjadi working commision.

"Akan kami laporkan pada Wapres working commission ini. Sehingga masing-masing kementerian fokus pada working grupnya untuk merealisasikan semua yang memiliki potensi ini. Potensinya besar sekali," tandasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved