Penjualan Indofarma Rp180 M

Selasa, 17 April 2012 - 09:29 WIB
Penjualan Indofarma...
Penjualan Indofarma Rp180 M
A A A


Sindonews.com - PT Indofarma Tbk (INAF) membukukan penjualan Rp180 miliar sepanjang kuartal I/2012, atau meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp118,87 miliar.

”Rinciannya, Rp120 miliar berasal dari penjualan INAF dan sisanya berasal dari aktivitas anak usaha,” ujar Direktur Riset dan Pemasaran INAF Elfiano Rizaldi di Jakarta, Senin 16 April 2012.

Dia mengungkapkan, meningkatnya aktivitas penjualan menyebabkan INAF meraih laba di kuartal I. Namun, jumlahnya diperkirakan relatif masih kecil yakni kurang dari Rp5 miliar. Elfiano mengaku, hal itu jauh lebih baik bila dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada periode yang sama tahun 2011, total rugi komprehensif tahun berjalan perseroan senilai Rp19,9 miliar,” paparnya.

Elfiano menjelaskan, obat generik masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan perusahaan, yakni mencapai 80 persen hingga 90 persen dan sisanya berasal dari obat nongenerik. Adapun, penjualan untuk pasar domestik hingga saat ini mendominasi dengan porsi 75 persen, sedangkan sisanya 25 persen berasal dari pasar ekspor.

Dia menyebutkan, membaiknya aktivitas usaha perseroan tidak terlepas dari penunjukan dua distributor obat yang diproduksi perseroan pada akhir tahun lalu. Sehingga, perseroan optimistis pada tahun ini bisa memperoleh net profit sebesar Rp75 miliar. Jauh meningkat dibandingkan netprofit 2011 yang hanya Rp36,92 miliar.

Tahun ini, lanjut Elfiano, perseroan juga menargetkan nilai ekspor produk obat naik menjadi USD3 juta hingga USD4 juta dibanding target tahun lalu senilai USD2,4 juta.

Saat ini perseroan tengah menjajaki negara tujuan ekspor baru yakni Kamerun, Vietnam dan Kamboja. “Produk obat yang diekspor adalah obat generik dan obat herbal,” ujarnya.

Menurutnya, perseroan juga menyiapkan dana investasi senilai Rp100 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi jenis obat generik pada tahun ini menjadi 4,6 miliar hingga 5 miliar tablet per tahun.

Head of Research eTrading Securities Betrand Raynaldi mengatakan, peningkatan penjualan alat kesehatan menjadi salah satu pendongkrak penjualan perseroan pada tiga bulan terakhir. “Rencana diambilalihnya Indofarma oleh KAEF yang jika terealisasi maka akan terjadi sinergi yang positif,” jelasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
39 menit yang lalu
Hadirkan Platform Sovereign...
Hadirkan Platform Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes untuk Indonesia
1 jam yang lalu
Jaga Pertumbuhan Bisnis...
Jaga Pertumbuhan Bisnis dan Transformasi, BRI Life Unjuk Gigi di Digital Forum 2026
1 jam yang lalu
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
1 jam yang lalu
Jawab Perluasan Biodiesel...
Jawab Perluasan Biodiesel B50 untuk Industri, Bpfilters Hadirkan Filter Solar Terbaru
1 jam yang lalu
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
1 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved