Penghargaan untuk Lapindo Brantas tak layak

Rabu, 18 April 2012 - 11:47 WIB
Penghargaan untuk Lapindo...
Penghargaan untuk Lapindo Brantas tak layak
A A A
Sindonews.com - Penghargaan Zero Accident yang diterima oleh PT Lapindo Brantas menuai kritik dari aktivis lingkungan Walhi (Wahana Lingkungan Hidup). Perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi migas ini dinilai tidak layak mendapatkan penghargaan tersebut sebab, persoalan terkait lumpur Lapindo hingga saat ini belum tuntas.

"Penghargaan itu tidak layak diterima oleh PT Lapindo Brantas. Kami sangat menyayangkan Pemprov Jatim telah memberikan penghargaan itu," kata Ketua Walhi Jawa Timur Catur Nusantara kepada Okezone, Rabu (18/4/2012).

Memang dari pengakuan Pemprov Jatim dan pihak Lapindo, penghargaan itu tidak ada kaitannya dengan persoalan semburan lumpur. Namun, kata Catur, tentunya sangat ironis sekali. Menurutnya, penghargaan yang diterima oleh PT Lapindo Brantas ini lebih pada pencitraan perusahaan.

"Apapun perusahaannya, pencitraan itu penting. Penghargaan ini tentunya untuk membangun citra lapindo. Saya juga tidak tahu kolerasinya sehingga Pemprov Jatim memberikan penghargaan tersebut," kata Catur.

Catur juga menyebut, penialai untuk memberikan penghargaan Zero Accident ini tidak semua kretaria penilaian jadi pertimbangan. Sangat ironis memang. Terlebih lagi saat ini sejumlah warga yang menjadi korban akibat semburan lumpur Lapindo ini tengah mencari kejelasan terkait ganti rugi.

"Saya pikir ya lucu aja. Dengan situasi yang seperti ini tiba-tiba Lapindo Brantas mendapat penghargaan zero accident," paparnya. Kemungkinan, lanjut Catur, penghargaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ini berdasarkan versi penilaian pemerintah tidak ada kaitannya dengan semburan lumpur. "Saya kira itu tidak ada relevansinya," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Lapindo Brantas Inc mendapatkan penghargaan zero accident dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
13 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
30 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved