Prospek bisnis alat berat semakin cerah

Kamis, 19 April 2012 - 17:17 WIB
Prospek bisnis alat...
Prospek bisnis alat berat semakin cerah
A A A
Sindonews.com - Prospek industri alat berat dalam lima tahun terakhir ini cukup cerah, melihat dari data penjualan alat berat PT Koberxindo Tractors yang secara nasional sepanjang 2007 tercatat sebesar 7.038 unit dan tumbuh pesat di 2008 mencapai 9.684 unit.

President Director Kobexindo Humas Soputro, dalam laporan tertulisnya seperti dikutip dari Okezone, Kamis (19/04/2012) mengatakan walau sempat menurun di 2009 ke angka 6.777 unit, namun penjualan alat berat kembali meningkat mencapai 12.460 unit di 2010, dan 19.977 unit di 2011.

Deputy Sales & Marceting Kobexindo Almuqri Sagitri Putra menambahkan, permintaan tertinggi dari produk yang dipasarkan Kobexindo adalah Doosan Excavator dan NHL Rigid Dump Truck.

"Excavator itu market sharenya sekitar 39 persen dan tahun ini industri alat berat nasional bisa tumbuh 25 persen. Hampir sama dengan pertumbuhan industri tahun lalu yang sebesar 25 persen, tahun ini masih di level yang sama," katanya.

Peningkatan permintaan alat berat dan industri, sejalan dengan peningakatan harga komoditi batu bara yang mengikuti kenaikan harga minyak mentah. Hal ini tentu memengaruhi penigkatan aktifitas pertambangan yang menjadi fokus kita, kata Almurqi.

Mengutip data Asosiasi Perusahaan Batubara, pada 2011 lalu, dari produksi batubara yang sebesar 327 juta ton melayani permintaan ekspor sebesar 255 juta ton, dan sisanya 72 juta ton untuk memenuhi permintaan domestik. Namun, pada tahun ini permintaan batubara, baik di dalam negeri maupun ekspor sama-sama meningkat.

Dari target produksi batubara 2012 yang sebesar 347 juta ton, permintaan ekspor diperkirakan mencapai 266 juta ton, sementara domestik sekira 81 juta ton.

Sementara itu, kebijakan pemerintah di sektor energi, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan juga mendorong lonjakan permintaan alat berat di dalam negeri. Di samping itu juga, kebutuhan alat berat didorong oleh iklim perekonomian yang kuat dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang stabil. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
20 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
57 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Birokrasi Rumit, Banyak...
Birokrasi Rumit, Banyak Bisnis Hengkang dari Uni Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved