Terhambat regulasi, cable car Bandung masih mandek

Jum'at, 20 April 2012 - 10:03 WIB
Terhambat regulasi,...
Terhambat regulasi, cable car Bandung masih mandek
A A A
Sindonews.com - Pengembang cable car atau transportasi massal sejenis kereta gantung di Kota Bandung, PT Aditya Dharmaputra Persada, mengaku tidak bisa membangun lantaran hingga kini peraturan wali kota (perwal)-nya belum dibentuk. Padahal, saat ini mereka mengaku sudah hampir 90 persen siap melakukan pembangunan.

Presiden Direktur PT Aditya Dharmaputra Persada Sandjaya Susilo mengatakan, Wali Kota Dada Rosada sudah respek dan meminta jajarannya untuk segera menyelesaikan perwal mengenai cable car. “Dengan selesai perwal nanti, kami bisa dengan mudah menyelesaikan izin-izinnya yang lainnya,” ujar Sandjaya seusai pembasahan bersama Wali Kota tentang cable car di Pemkot Bandung, kemarin.

Sandjaya mengungkapkan bahwa sebenarnya dia sudah siap melakukan pembangunan cable car sejak satu tahun lalu. “Tapi, kami tahu itu memang tidak gampang karena regulasi harus ditempuh dengan baik,” ujarnya. Menurut Sandjaya, Wali Kota secara pribadi sudah mendukung dan segera menerbitkan perwal serta turunannya atau disebut surat izin usaha khusus kereta gantung.

“Kami sendiri sudah punya izin usaha. Surat perizinan prinsip dan izin lain serta MoUMoU dengan rekanan. Nanti setelah perwal keluar akan ada izin pembangunan dari pusat setelah selesai pembangunan kemudian keluar lagi izin operasi,” ungkap Sandjaya.

Menurut dia,setelah semua izin keluar, proses pembangunan membutuhkan waktu sedikitnya sepuluh bulan.“Setelah rampung pun belum bisa digunakan, karena harus dilakukan uji kelayakan langsung dari Departemen Perhubungan dan mereka akan mengeluarkan surat izin operasional,” ujar Sandjaya. Wali Kota Bandung Dada Rosada mengatakan bahwa kota ini sangat membutuhkan cable car, terlebih moda transportasi itu sudah direncanakan guna menanggulangi kemacetan lalu lintas.

“Sekarang kansudah ada TMB (Trans Metro Bandung). Pak JK (Jusuf Kalla) juga ingin ada monorel untuk angkutan massal ini dan nanti. Tapi ini (cable car) yang lebih dulu dan mudah-mudahan semua masalah cepat selesai. Perwalnya sendiri kalau nanti Senin keluar, ya bisa segera diterbitkan. Lalu, kami buat schedule pembangunannya. Yang penting mudah-mudahan akhir tahun ini selesai dan saya bisa meresmikannya,” kata Dada.

Menurut dia, saat ini pengusaha cable car sudah melakukan sosialisasi melalui pendekatan kepada warga yang terkena dampaknya.“Mudah-mudahan sepuluh bulan ini bisa selesai. Kami tidak mengeluarkan uang sama sekali, karena kami hanya fasilitator dan regulator (pemberian fasilitas dan izin). Sebenarnya kami mau, tapi anggaran tidak ada dan mereka (pengembang) sanggup. Hanya kami imbau agar harga tiket harus terjangkau. Kalau tidak terjangkau kantidak akan laku,tidak akan ada yang mau naik, ngapain bayar mahal,”ungkap Dada.

Akhir tahun lalu,Dinas Perhubungan sudah menjajaki dengan Pusat Penelitian Pengembangan Geologi Kelautan (PPGL) sebagai stasiun cable car pertama di kawasan Pasteur.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
22 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved