Pembelian saham Newmont dinilai harus disetujui DPR

Rabu, 25 April 2012 - 10:15 WIB
Pembelian saham Newmont...
Pembelian saham Newmont dinilai harus disetujui DPR
A A A
Sindonews.com - Rencana pembelian 7 persen saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara oleh pemerintah dinilai harus melalui persetujuan DPR. Namun, terlepas dari itu, penguasaan hanya 7 persen saham juga tidak memberikan keuntungan strategis bagi negara.

Hal ini diungkapkan mantan Sekretaris Menteri Kementerian BUMN Said Didu saat memberi keterangan sebagai saksi ahli dalam sidang Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara (SKLN) yang dimohonkan oleh Presiden dengan DPR dan BPK terkait pembelian 7 persen saham Newmont di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, kemarin.

Berdasarkan pengalaman sebagai Sesmen BUMN, kata Said, pembelian saham oleh BUMN selalu diawali dengan kajian bisnis, termasuk mengenai sumber pembiayaannya. “Biasanya dua, satu dari pemerintah langsung dan kedua dari BUMN sendiri. Apabila dari BUMN sendiri, maka itu cukup disetujui oleh RUPS dalam hal ini menteri BUMN, apabila dari pemerintah, maka itu harus persetujuan DPR,” papar Didu.

Terlepas dari itu, Said juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan bisa mengatur perusahaan jika hanya memiliki saham minoritas. “Kami punya pengalaman tersendiri tentang kepemilikan saham di Freeport 9 persen dan Indosat 15 persen. Pemilik saham minoritas, pengalaman saya, tidak pernah punya hak kewenangan apa pun untuk ambil keputusan strategis,” ungkapnya.

Karena kepemilikan saham minoritas tidak bisa mempengaruhi kebijakan strategis,lanjut Said, pemerintah sebaiknya mengeluarkan kebijakan strategis melalui regulator untuk mempengaruhi keputusan perusahaan. “Bukan melalui kepemilikan,” cetusnya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi berharap sisa saham divestasi Newmont sebesar 7 persen bisa dimiliki oleh daerah. Dengan begitu, pemerintah daerah akan lebih memiliki daya tawar yang tinggi dan mempunyai kesempatan untuk memengaruhi keputusan perusahaan demi memajukan daerah. Saat ini daerah bekerja sama dengan swasta telah menguasai 24 persen saham Newmont.

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan, keputusan pemerintah membeli saham Newmont adalah untuk menata ulang investasi strategis di sektor pertambangan. “Ini satu awal untuk menata investasi di bidang strategis, salah satunya di bidang pertambangan. Ini lebih untuk menata ulang investasi,” kata Menkeu. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
1 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved